AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui penguatan kearifan lokal dan transformasi kawasan Mangrove Kalisodo menjadi eduwisata berbasis pembangunan pesisir berkelanjutan (SDGs). Program PKM dilaksanakan di Desa Kalisodo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan total 60 peserta kegiatan pengabdian yang terdiri atas unsur masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan utama: observasi dan pemetaan sosial-ekologis, perancangan dan pengorganisasian kegiatan, pelaksanaan program pelatihan literasi konservasi dan kapasitas masyarakat, serta evaluasi hasil dan dampak kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar dalam pengelolaan kawasan mangrove, namun sebelumnya belum memahami nilai edukatif dan ekonomi dari sumber daya tersebut. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan konservasi, keterampilan pengelolaan wisata edukatif, serta kemampuan interpretasi lingkungan. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berbasis konservasi yang berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan eduwisata mangrove berkelanjutan. Program pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi antara kearifan lokal, pendidikan maritim, dan konservasi lingkungan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat pesisir yang selaras dengan tujuan SDG 14 dan 8. Kata kunci: eduwisata mangrove; kearifan local; konservasi maritime; pemberdayaan masyarakat pesisir; sustainable development goals. AbstractThis community service activity aims to empower coastal communities by strengthening local wisdom and transforming the Kalisodo Mangrove area into an ecotourism destination based on sustainable coastal development (SDGs). The PKM program was implemented in Kalisodo Village, Grati District, Pasuruan Regency, involving community members, village government, and students of the Surabaya Maritime Polytechnic's Ship. The implementation method used a participatory approach through four main stages: observation and socio-ecological mapping, designing and organizing activities, implementing conservation literacy and community capacity training programs, and evaluating the results and impacts of the activities. The results of the activity showed that the community has great potential in managing mangrove areas, but previously did not understand the educational and economic value of these resources. Through training and mentoring, the community succeeded in improving their conservation knowledge, educational tourism management skills, and environmental interpretation abilities. This activity also resulted in the formation of a conservation-based Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which plays a key role in the development of sustainable mangrove ecotourism. This community service program proves that the integration of local wisdom, maritime education, and environmental conservation can create a model of coastal community empowerment that aligns with SDGs 14 and 8. Keywords: mangrove educational tourism; local wisdom; maritime conservation; coastal community empowerment; sustainable development goals.
Copyrights © 2026