Perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang pesat menuntut lembaga pendidikan Islam untuk melakukan transformasi agar tetap relevan dan berdaya saing tanpa kehilangan identitas keislamannya. Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, transformasi kelembagaan menjadi kebutuhan strategis untuk merespons tantangan global sekaligus meneguhkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Namun, kajian empiris yang mengkaji transformasi sekolah Muhammadiyah tingkat menengah pertama secara mendalam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Kabupaten Karanganyar yang mencakup aspek tata kelola/manajemen, sarana prasarana, guru, dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sekolah dilakukan secara sistematis melalui penguatan visi kelembagaan, reformasi manajerial, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan sarana prasarana, serta implementasi program unggulan. Program kelas digital, tahfidz, dan kelas reguler berciri Islami menjadi instrumen utama dalam membentuk budaya sekolah yang adaptif, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperkuat karakter religius siswa. Meskipun demikian, keterbatasan kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung masih menjadi tantangan yang memerlukan pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian transformasi pendidikan Islam serta menawarkan rujukan praktis bagi sekolah Muhammadiyah dan sekolah Islam lainnya dalam mengembangkan strategi transformasi yang berkelanjutan dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Copyrights © 2026