Masalah kesehatan mental remaja seperti kecemasan dan kesepian menjadi isu signifikan yang kerap luput dari perhatian, padahal keduanya berpotensi mengganggu perkembangan psikososial remaja, termasuk dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat kesepian pada remaja siswa kelas VIII di SMP Nusantara Plus, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 114 responden yang dipilih dari populasi 160 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) untuk mengukur kecemasan dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur kesepian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMP Nusantara Plus memiliki tingkat kecemasan sedang, dengan jumlah sebanyak 55 responden (48,2%). Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan masih tergolong pada tingkat yang ringan bagi mayoritas remaja dalam konteks penelitian ini. Serta mayoritas responden juga mengalami tingkat kesepian sedang, yaitu sebanyak 50 responden (43,9%). Hasil analisis data korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kesepian dengan nilai koefisien korelasi sebesar ρ = 0.814 dan signifikansi p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, maka semakin tinggi pula tingkat kesepian yang dirasakan remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi kesehatan mental di lingkungan sekolah guna meningkatkan kesejahteraan psikososial remaja.
Copyrights © 2026