Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERAMPILAN ADVOKASI PEKERJA SOSIAL DALAM MENDORONG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Anidya, Vinca; Taufiqurokhman
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advokasi bukanlah revolusi, melainkan usaha perubahan sosial melalui saluran demokrasi perwakilan, proses politik, dan legislasi dalam sistem yang berlaku. Keberhasilan advokasi diperoleh jika proses berjalan sistematis, terstruktur, terencana, dan bertahap dengan tujuan jelas untuk mempengaruhi perubahan kebijakan menjadi lebih baik. Keterampilan advokasi adalah ilmu dan seni yang sangat dipengaruhi kemampuan komunikasi tim peneliti. Peningkatan kemampuan komunikasi dapat meningkatkan kinerja tim terutama dalam advokasi. Advokasi selalu berkaitan dengan perubahan kebijakan, regulasi, dan cara lembaga perwakilan menjalankan kebijakan. Ada delapan indikator untuk mengukur Tingkat Kesejahteraan Masyarakat, yakni pendidikan, kemiskinan, tarif hidup, lingkungan perumahan, ketenagakerjaan, kesehatan, kependudukan, dan aspek sosial lainnya. Faktor-faktor ini menjadi penentu dan pendorong kesejahteraan masyarakat.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tingkat Kesepian Pada Remaja: Studi Kasus Di SMP Nusantara Plus Anidya, Vinca; Kusmawati, Ati
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i1.418

Abstract

Masalah kesehatan mental remaja seperti kecemasan dan kesepian menjadi isu signifikan yang kerap luput dari perhatian, padahal keduanya berpotensi mengganggu perkembangan psikososial remaja, termasuk dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat kesepian pada remaja siswa kelas VIII di SMP Nusantara Plus, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 114 responden yang dipilih dari populasi 160 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) untuk mengukur kecemasan dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur kesepian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMP Nusantara Plus memiliki tingkat kecemasan sedang, dengan jumlah sebanyak 55 responden (48,2%). Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan masih tergolong pada tingkat yang ringan bagi mayoritas remaja dalam konteks penelitian ini. Serta mayoritas responden juga mengalami tingkat kesepian sedang, yaitu sebanyak 50 responden (43,9%). Hasil analisis data korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kesepian dengan nilai koefisien korelasi sebesar ρ = 0.814 dan signifikansi p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, maka semakin tinggi pula tingkat kesepian yang dirasakan remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi kesehatan mental di lingkungan sekolah guna meningkatkan kesejahteraan psikososial remaja.