Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian kardiovaskular di Indonesia, termasuk di Desa Jelantik dengan prevalensi kasus yang cukup tinggi. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi kendala dalam pengendalian mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai bahaya hipertensi serta manfaat daun seledri sebagai terapi herbal. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pelatihan kader, dan praktik pemanfaatan TOGA. Peserta berjumlah 50 orang yang didominasi oleh kelompok usia lansia dengan latar belakang pendidikan sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 74% peserta memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Pengetahuan dasar masyarakat mengenai hipertensi sudah cukup baik (80%), namun pemahaman mengenai kandungan ilmiah seledri (apigenin) awalnya berada pada angka 0%. Pasca kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dan terbentuknya sikap positif, di mana 100% peserta bersedia menanam seledri sebagai TOGA. Selain itu, kader Puskesmas berhasil ditingkatkan kemampuannya dalam deteksi dini hipertensi. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi berbasis tanaman lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, meskipun perubahan gaya hidup jangka panjang tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan.
Copyrights © 2026