Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu pada proses produksi tahu di CV. UMJ, yang mengalami tingkat cacat tinggi berupa ketidaksesuaian ukuran, tekstur lembek, dan kerusakan permukaan produk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara, yang kemudian dianalisis menggunakan check sheet, diagram Pareto, dan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total 10.607 potong tahu cacat, jenis cacat dominan adalah ukuran potong tidak sesuai (52%), diikuti tahu terkelupas (25,67%) dan tekstur lembek (22,33%). Temuan diagram Pareto mengonfirmasi bahwa sebagian besar kerusakan dikontribusikan oleh satu jenis cacat utama, sedangkan analisis fishbone mengidentifikasi penyebab utama penurunan mutu berasal dari kondisi mesin yang aus, variasi bahan baku, prosedur kerja yang tidak baku, dan sanitasi lingkungan yang kurang optimal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan standar operasional, pengawasan mutu bahan baku, perawatan mesin berkala, serta pelatihan pekerja untuk menekan tingkat cacat dan meningkatkan konsistensi mutu. Temuan ini berkontribusi bagi pengembangan praktik pengendalian mutu berbasis SPC pada UMKM pangan guna meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing industri.
Copyrights © 2026