Penelitian ini bertujuan untuk membedah konstruksi makna dan sistem tanda dalam gaya komunikasi koboi yang ditampilkan Menteri Keuangan Purbaya pada era pemerintahan Presiden Prabowo melalui perspektif semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan metode analisis semiotika, menggunakan paradigma konstruktivis, yang memandang realitas komunikasi sebagai konstruksi sosial yang terus dinegosiasikan melalui tanda. Tradisi yang digunakan tradisi semiotic, yaitu menelaah relasi antara signifier (penanda) dan signified (petanda) yang muncul dalam ujaran, gestur, gaya berpakaian, serta strategi retorika Purbaya dalam ruang publik. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika Saussure, yang dioperasionalisasaikan melalui identifikasi unit tanda, pengkodean makna, serta interpretasi relasi simbolik dalam konteks politik ekonomi kontemporer. Data diperoleh melalui dokumentasi pidato, wawancara media, konten audiovisual, serta liputan berita yang menampilkan persona koboi sebagai bentuk gaya komunikasi politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi “koboi” yang ditandai dengan retorika lugas, tindakan spontan, dan sikap tanpa kompromi berfungsi sebagai signifier yang membawa signified berupa pesan ketegasan fiskal, efisiensi anggaran, dan kebaranian melawan praktik korupsi. Secara semiotis, gaya ini merupakan bentuk sinkronisasi terhadap bahasa politik Presiden Prabowo yang patriotic dan berorientasi pada tindakan nyata. Simpulan penelitian menegaskan bahwa gaya komunikasi Koboi bukan sekadar ekspresi temperamental, melainkan sebuah instrumen strategis yang sengaja dikonstruksi untuk memperkuat kepercayaan pasar dan legitimasi publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Penandaan ini berhasil menciptakan identitas birokrasi baru yang lebih dinamis dan solutif dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional yang kompleks.
Copyrights © 2026