Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN MEME SEBAGAI SARANA PROMOSI BAGI PELAKU USAHA UMKM DI WILAYAH TANGERANG SELATAN Hereyah, Yoyoh; Supriyanto, Agus; Ahmadi, Muhammad Didi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2405

Abstract

Media sosial merupakan bentuk interaksi masa kini yang dapat menghubungkan semua orang melalui internet. Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh media sosial untuk membantu kita menyalurkan segala apapun yang ingin kita lakukan dan butuhkan. Kita harus dapat mengelola penggunaan media sosial secara produktif agar dapat bermanfaat untuk diri kita. Kemajuan ini harus dimanfaatkan untuk membentuk, salah satunya adalah kegiatan promosi bisnis. Pemangku kepentingan dalam hal ini adalah pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan adalah salah satu pengguna media social yang biasanya memposting tentang kegiatan komunitasnya, display, serta foto-foto bersama dalam berbagai kegiatan. Semakin aktif penggunaan platform media sosial, mereka semakin berpeluang mengembangkan bisnis dan promosinya, maka melakukan usaha peningkatan kompetensi melalui kegiatan pelatihan pemanfaatn meme adalah salah satu langkah yang harus dilakukan
PERSIAPAN DUNIA KERJA : PENGGUNAAN KOMPETENSI SOFT SKILL DAN HARD SKILL PADA ERA DIGITAL BAGI GENERASI Z DI WILAYAH KOTA TANGERANG SELATAN Hereyah, Yoyoh -; makkuraga, Afdal; Wahyu Wibowo, Indiwan Seto; Octa Wibowo, Claudia Shinta; Supriyanto, Agus; Didi Ahmadi, Muhammad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2786

Abstract

Hard skills adalah pengetahuan dan kemampuan khusus yang kamu pelajari melalui pendidikan formal atau pelatihan, kelas online, kursus, atau program sertifikasi.Kemampuan ini sering juga disebut sebagai keterampilan teknis karena berkaitan dengan pemahaman dan kemahiran seseorang dalam aktivitas spesifik yang melibatkan metode, proses, prosedur, atau teknik. Kemampuan ini dapat diukur karena dapat dipraktikkan secara langsung. Soft skills adalah keterampilan yang terbentuk karena kebiasaan dan sangat berkaitan dengan kepribadian seseorang dalam bersikap, berinteraksi, dan berkomunikasi. Berbeda dari hard skills yang dapat diukur dan dipraktikkan secara langsung, keterampilan yang satu ini bersifat abstrak. Soft skills baru dapat dilihat seiring waktu dan pada situasi tertentu.kedua keterampilan ini sangat penting dalam kehidupan, hard skills dapat diukur,semakin dalam pemahaman mengenai materi-materi yang dikuasai maka akan semakin bagus mendapatkan nilai. Kedua kemampuan ini penting dikuasai siswa untuk menghadapi dunia kerja. Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini, siswa mendapat pemahaman lebih dalam mengenai kedua kompetensi yang dapat membantunya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.Target luaran Pengabdian yang dilakukan terbit pada Jurnal Prosiding PKMCSR Tahun 2025 dan HKI.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Pelayanan Publik Bagi Tenaga Kesehatan : Studi Kasus pada Puskesmas Petir Kota Tangerang Muhammad Didi Ahmadi
Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2025): Desember: Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kajian.v2i4.905

Abstract

This study aims to explore the communication styles and experiences of healthcare workers in enhancing public service communication skills at Petir Community Health Center (Puskesmas Petir) in Tangerang City. Effective communication is a crucial factor in the quality of healthcare services for patients; however, various challenges such as time constraints, differences in patients’ backgrounds, and work pressure often hinder optimal interactions. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews, participatory observations, and document analysis to uncover the experiences, perceptions, and practices of healthcare workers in communicating with patients and the community. The findings indicate that communication skills are improved through internal training, peer mentoring, and the adaptation of communication strategies to match patient characteristics. Additionally, personal motivation, managerial support, and a conducive work environment play significant roles in the successful implementation of communication strategies. The results of this study provide an in-depth understanding of public service communication practices within the community health center context and serve as a basis for recommendations in developing training programs and policies to enhance the quality of interactions between healthcare workers and the community.
Efektivitas Pelatihan Public Speaking Terhadap Keterampilan Komunikasi Layanan Primer pada Puskesmas Legok Kabupaten Tangerang Ahmadi, Muhammad Didi; Octory, Gadis
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan public speaking terhadap peningkatan keterampilan komunikasi layanan primer pada tenaga kesehatan di Puskesmas Legok, Kabupaten Tangerang. Latar belakang penelitian belakang dari kebutuhan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang tidak hanya bergantung pada kompetensi teknis, tetapi juga pada kemampuan tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi secara jelas, empatik, dan persuasif kepada pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi terhadap peserta pelatihan serta pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan public speaking memberikan dampak positif terhadap peningktan keterampilan komunikasi petugas, terutama dalam aspek kejelasan penyampaian informasi, pengelolaan bahsa tubuh, dan peningkatan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan pasien. Peserta juga menilai bahwa metode praktik, simualsi pelayanan, serta umpan balik langsung menjadi bagian pelatihan yang paling efektif. Selain itu, peningkatan terlihat pada kemampuan mendengarkan aktif dan membangun hubungan interpersonal yang lebih baik. Meskipun demikian, keberlanjutan dampak pelatihan memerlukan dukungan organisasi dan penerapan konsisten dalam pelayanan sehari-hari. Secara keleseluruhan, pelatihan public speaking terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas komunikasi layanan primer di Puskesmas Legok.
Analisis Semiotika Ferdinand de Sausure: Gaya Komunikasi Koboi Menteri Keuangan Purbaya di Era Presiden Prabowo Ahmadi, Muhammad Didi; Seran, Alexander
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah konstruksi makna dan sistem tanda dalam gaya komunikasi koboi yang ditampilkan Menteri Keuangan Purbaya pada era pemerintahan Presiden Prabowo melalui perspektif semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretif dengan metode analisis semiotika, menggunakan paradigma konstruktivis, yang memandang realitas komunikasi sebagai konstruksi sosial yang terus dinegosiasikan melalui tanda. Tradisi yang digunakan tradisi semiotic, yaitu menelaah relasi antara signifier (penanda) dan signified (petanda) yang muncul dalam ujaran, gestur, gaya berpakaian, serta strategi retorika Purbaya dalam ruang publik. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika Saussure, yang dioperasionalisasaikan melalui identifikasi unit tanda, pengkodean makna, serta interpretasi relasi simbolik dalam konteks politik ekonomi kontemporer. Data diperoleh melalui dokumentasi pidato, wawancara media, konten audiovisual, serta liputan berita yang menampilkan persona koboi sebagai bentuk gaya komunikasi politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi “koboi” yang ditandai dengan retorika lugas, tindakan spontan, dan sikap tanpa kompromi berfungsi sebagai signifier yang membawa signified berupa pesan ketegasan fiskal, efisiensi anggaran, dan kebaranian melawan praktik korupsi. Secara semiotis, gaya ini merupakan bentuk sinkronisasi terhadap bahasa politik Presiden Prabowo yang patriotic dan berorientasi pada tindakan nyata. Simpulan penelitian menegaskan bahwa gaya komunikasi Koboi bukan sekadar ekspresi temperamental, melainkan sebuah instrumen strategis yang sengaja dikonstruksi untuk memperkuat kepercayaan pasar dan legitimasi publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah. Penandaan ini berhasil menciptakan identitas birokrasi baru yang lebih dinamis dan solutif dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional yang kompleks.
Ekonomi Politik Media Digital di Indonesia: “Analisis Citra Presiden Prabowo dan Kebijakan Fiskal Menteri Purbaya” Ahmadi, Muhammad Didi; Rusadi, Udi
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2216

Abstract

Struktur kepemilikan media dan afiliasi politik di Indonesia menciptakan ruang digital yang tidak netral dalam mengonstruksi isu nasional. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dinamika ekonomi politik digital melalui analisis produksi citra Presiden Prabowo Subianto dan narasi kebijakan fiskal Menteri Purbaya Yudhi Sadewa. Menggunakan paradigma kritis, penelitian ini menerapkan metode Analisis Wacana Kritis (CDA) model Norman Fairclough dengan teknik pengumpulan data melalui observasi digital, studi dokumentasi, dan penelusuran data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra kepemimpinan dan kebijakan fiskal dikonstruksi melalui pola “teknokratik-populis” untuk meminimalisir resistensi publik. Media digital melakukan komodifikasi isu demi kepentingan trafik dan relasi elit, sementara algoritma digunakan sebagai alat spasialisasi informasi untuk mengamankan legitimasi kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kontrol narasi digital telah mereduksi fungsi pengawasan media dalam ekosistem demokrasi. Secara teoretis, temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi media cenderung memperkuat strukturasi kekuasaan daripada memperluas ruang diskursus kritis.