Pemerataan akses jaringan seluler masih menjadi tantangan di wilayah rural Indonesia, khususnya di daerah perbatasan seperti Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan jaringan Long Term Evolution (LTE) serta mengevaluasi kelayakan investasinya berdasarkan analisis cakupan dan finansial. Perencanaan jaringan dilakukan menggunakan model cakupan sel hexagonal dengan asumsi jaringan 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz. Berdasarkan luas wilayah 47,71 km² dan data demografi, dibutuhkan lima site untuk mencapai target cakupan 95%. Estimasi biaya investasi terdiri dari Capital Expenditure (CAPEX) dan Operational Expenditure (OPEX). Total CAPEX diperkirakan sebesar Rp 3.594.000.000, sedangkan OPEX tahunan mencapai Rp 1.017.000.000. Proyeksi pendapatan dihitung berdasarkan ARPU sebesar Rp 43.400 dan 2.663 pelanggan aktif, sehingga menghasilkan pendapatan tahunan sebesar Rp 1.386.994.560. Hasil evaluasi kelayakan finansial selama lima tahun menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp −2.191.429.535 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar −18,71%. Payback Period diperkirakan mencapai 9,71 tahun, sedangkan Return on Investment (ROI) selama lima tahun sebesar 10,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek belum layak secara komersial akibat rendahnya ARPU dan tingginya biaya operasional. Namun demikian, hasil penelitian ini tetap relevan sebagai dasar perencanaan jaringan di wilayah 3T dan sebagai pertimbangan kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Copyrights © 2026