Persaingan industri restoran Jepang di Indonesia, khususnya restoran sushi, semakin ketat sehingga menuntut pengelola untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat kunjungan kembali konsumen. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh perceived service quality dan perceived value terhadap kepuasan dan perilaku konsumen, kajian empiris yang secara spesifik menguji hubungan variabel-variabel tersebut pada konteks restoran sushi di Kota Batam masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived service quality dan perceived value terhadap revisit intention dengan satisfaction sebagai variabel mediasi pada pelanggan restoran sushi di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan secara daring kepada 285 responden yang pernah berkunjung ke restoran sushi di Kota Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived service quality dan perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap satisfaction, serta secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap revisit intention. Satisfaction terbukti memiliki peran penting dalam memperkuat niat kunjungan kembali konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur pemasaran jasa, khususnya dalam konteks wisata kuliner Jepang, serta implikasi praktis bagi pengelola restoran dalam meningkatkan kualitas layanan dan nilai yang dirasakan konsumen. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada satu kota dengan desain cross-sectional dan belum memasukkan variabel lain seperti e-WOM, kepercayaan, dan inovasi layanan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks dan model penelitian.
Copyrights © 2026