Partikulat Matter (PM) dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer, yang dikenal sebagai PM 2,5, merupakan salah satu bentuk pencemar udara yang memiliki urgensi besar dalam konteks kesehatan dan lingkungan. PM 2,5 menjadi ancaman utama terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Tingginya tingkat pencemaran udara di berbagai wilayah, terutama di perkotaan yang padat penduduk, meningkatkan risiko terjadinya gangguan pernapasan, penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan bahkan kematian dini. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada lebih rentan terhadap dampak negatif dari PM 2,5. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi tahap pra kegiatan melibatkan review literatur dan kerjasama dengan pihak sekolah untuk merancang materi edukasi yang relevan. Program melibatkan kegiatan seminar edukasi dan konsultasi interaktif di kelas-kelas, didukung oleh distribusi materi edukasi seperti brosur dan bacaan informatif. Evaluasi dilakukan melalui penggunaan kuisioner sebelum dan setelah program, menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara statistik signifikan. Hasil ini menggambarkan keberhasilan program dalam mencapai tujuannya, menciptakan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya PM 2,5. Program ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga merangsang kesadaran lingkungan yang lebih tinggi di kalangan siswa, membentuk dasar untuk perubahan perilaku positif terkait isu lingkungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat ini memiliki potensi untuk menciptakan efek jangka panjang dalam membentuk generasi yang lebih peduli terhadap masalah-masalah lingkungan di masa depan.
Copyrights © 2024