Manajemen logistik farmasi/Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, mutu, keamanan, dan efisiensi penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen logistik farmasi/B3, peran pengendalian dalam menjamin efektivitas dan efisiensi setiap tahapan siklus logistik, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terkait perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, dan penghapusan obat serta B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum manajemen logistik farmasi telah berjalan cukup baik, khususnya pada aspek perencanaan dan pengadaan, sehingga ketersediaan obat dapat terpenuhi sesuai Rencana Kebutuhan Obat (RKO). Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya sistem pengendalian, serta sarana dan prasarana penyimpanan yang belum sepenuhnya memenuhi standar, terutama terkait keamanan dan pemisahan B3. Oleh karena itu, penerapan siklus manajemen logistik farmasi/B3 secara terpadu dan berkesinambungan menjadi kebutuhan mendesak bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Pengendalian yang efektif terbukti berperan penting dalam mencegah kekosongan stok, pemborosan anggaran, serta risiko keselamatan dan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengendalian logistik melalui peningkatan kompetensi SDM, integrasi sistem informasi logistik, serta perbaikan fasilitas penyimpanan guna mendukung manajemen logistik farmasi/B3 yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026