Event budaya memiliki peran strategis dalam pelestarian identitas lokal sekaligus penggerak sektor ekonomi pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan dan menganalisis proses produksi event budaya melalui studi kasus "Singkat Berbudaya 2025" di Kabupaten Demak dengan tema “Jagad Warna, Budaya Jawa”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama proses produksi, studi dokumentasi, serta wawancara semi terstruktur kepada para pemangku kepentingan (organizer, vendor, dan exhibitor) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori manajemen event. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi Singkat Berbudaya 2025 dikelola secara sistematis melalui lima tahapan utama, yaitu Fase Konsep dan Proposal yang berbasis riset preferensi masyarakat sehingga terbentuk konsep acaara; Fase Pemasaran dan Penjualan untuk memperkuat dukungan pendanaan dan publikasi; Fase Koordinasi untuk terciptanya keselarasan teknis lintas divisi dan pihak eksternal; Fase Eksekusi sebuah proses produksi yang mengedepankan kontrol operasional di lapangan; serta Fase Tindak Lanjut sebagai bentuk evaluasi dan akuntabilitas melalui Laporan Pertanggungjawaban dan kepuasan stakeholder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan event yang profesional dan terstruktur menjadi kunci keberhasilan dalam mentransformasikan kekayaan budaya menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) serta memperkuat branding wilayah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026