Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Enhancing Political Participation through Civic Education: Integrating Digital and Social Media for Peaceful Elections among Generation Z in Indonesia Wijaya, Mirza Mahbub; Amalia, Hamsar Suci
Global Educational Research Review Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : MyResearch ID Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71380/GERR-08-2024-9

Abstract

Purpose –  This study investigates the role of civic education in shaping political participation among Generation Z in Indonesia, particularly in the context of peaceful elections. It aims to address the gap in understanding how the integration of digital and social media within civic education can empower young voters to engage constructively in the democratic process. Methods/Design/Approach – The study employs a conceptual approach using Theory Synthesis to integrate fragmented theories and literature on civic education, youth political participation, and peaceful elections. The literature was selected based on specific criteria, ensuring relevance to the subject matter. Data were synthesized to create a cohesive theoretical framework that connects the role of civic education with the political engagement of Generation Z. Findings – The study found that effective civic education, which integrates digital technology and social media, can significantly enhance Generation Z's political awareness and active participation. The findings suggest that current civic education curricula need to be updated to reflect the digital realities of Generation Z, thus improving the quality of their participation in elections and supporting a more peaceful democratic process. Originality/Value – This research contributes to the field by proposing a more adaptive civic education model that aligns with the technological inclinations of Generation Z. It offers a novel perspective by highlighting the importance of social media as a tool for political learning and engagement, an area often overlooked in existing studies. Practical Implications – The study underscores the need for educational policymakers to revise civic education curricula, incorporating digital and social media tools to better engage Generation Z. Implementing these changes could enhance the political literacy and participation of young voters, ultimately supporting more democratic and peaceful elections in Indonesia. Keywords Civic education, generation Z, political participation, peaceful elections, digital integration Paper type Conceptual paper
Pendampingan Pemanfaatan Teknologi Visual dalam Upaya Peningkatan Ekonomi UMKM Makanan, Fashion, Mebel Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Ayuwardani, Mellasanti; Wibowo, Bagus Yunianto; Setyawan, Nanang Adie; Kartika, Vinda Setya; Amalia, Hamsar Suci
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 3 No 4 (2025): JPMII - Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.877

Abstract

Perkembangan teknologi telah membiasakan kita untuk menikmati hasil visual yang menarik, tidak terkecuali penggunaan teknologi dalam dunia bisnis dan pemasaran. Masyarakat mulai berlomba-lomba menyajikan visual yang mampu menarik para pelanggannya. Pengabdian kali ini ditujukan untuk membantu mengatasi masalah UMKM KPM PKH Graduasi Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang meski sudah paham akan pentingnya visual yang menarik namun belum mampu mewujudkannya. Pengabdian dilakukan kepada 5 anggota UMKM KPM PKH Graduasi Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dengan melakukan pendampingan dalam memanfaatkan teknologi visual. Tim pengabdian juga berusaha menyediakan beberapa perlengkapan dan peralatan guna mendukung pembuatan visual pemasaran produk yang menarik. Kelima UMKM itu terdiri dari UMKM dengan usaha kuliner (Kue dan Keripik), Reseler Baju dan usaha kerajinan (Mebel). Dalam pelatihan pembuatan foto produk langsung menggunakan produk yang dimiliki oleh UMKM. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini yaitu, 5 anggota UMKM KPM PKH Graduasi Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang memiliki kemampuan dasar dalam mencipkan visual foto pemasaran yang menarik. Visual pemasaran yang menarik dapat menarik pelanggan meski produk yang kita jual sederhana.
Proses Produksi Event Budaya Studi Kasus Event Singkat Berbudaya 2025 Kabupaten Demak Putri, Aulia Restu Ariyanto; Narolita, Mella; Amalia, Hamsar Suci; Fitriyani, Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6451

Abstract

Event budaya memiliki peran strategis dalam pelestarian identitas lokal sekaligus penggerak sektor ekonomi pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan dan menganalisis proses produksi event budaya melalui studi kasus "Singkat Berbudaya 2025" di Kabupaten Demak dengan tema “Jagad Warna, Budaya Jawa”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama proses produksi, studi dokumentasi, serta wawancara semi terstruktur kepada para pemangku kepentingan (organizer, vendor, dan exhibitor) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori manajemen event. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi Singkat Berbudaya 2025 dikelola secara sistematis melalui lima tahapan utama, yaitu Fase Konsep dan Proposal yang berbasis riset preferensi masyarakat sehingga terbentuk konsep acaara; Fase Pemasaran dan Penjualan untuk memperkuat dukungan pendanaan dan publikasi; Fase Koordinasi untuk terciptanya keselarasan teknis lintas divisi dan pihak eksternal; Fase Eksekusi sebuah proses produksi yang mengedepankan kontrol operasional di lapangan; serta Fase Tindak Lanjut sebagai bentuk evaluasi dan akuntabilitas melalui Laporan Pertanggungjawaban dan kepuasan stakeholder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan event yang profesional dan terstruktur menjadi kunci keberhasilan dalam mentransformasikan kekayaan budaya menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) serta memperkuat branding wilayah secara berkelanjutan.