Ketersediaan hijauan pakan yang bersifat musiman menjadi kendala utama dalam peningkatan produktivitas domba Garut pada sistem peternakan rakyat. Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut memiliki potensi hijauan dan leguminosa lokal yang melimpah, namun pemanfaatannya belum optimal karena belum diolah melalui teknologi pengawetan pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam produksi silase berbasis hijauan dan leguminosa lokal serta mengevaluasi respons pertumbuhan domba Garut sebagai indikator awal keberhasilan penerapan teknologi. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dan melibatkan 25 orang peternak domba. Program mencakup pelatihan, praktik pembuatan silase, dan pendampingan pemanfaatan silase pada ternak. Empat jenis silase diproduksi, yaitu silase jerami jagung, silase kaliandra silase pakchong–kaliandra, dan silase rumput gajah–kaliandra. Seluruh silase menunjukkan kualitas fisik yang baik, ditandai warna cerah, aroma asam segar, tekstur kompak, tidak berjamur, serta nilai pH 3,8–4,3. Evaluasi pertumbuhan ternak dilakukan melalui pengukuran bobot badan pada tiga waktu pengamatan (awal, fase I, dan fase II) dan dianalisis secara deskriptif menggunakan rataan dan standar deviasi serta perhitungan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Hasil menunjukkan peningkatan rataan bobot badan dan PBBH domba Garut hingga fase II pengamatan, yang mencerminkan adaptasi ternak terhadap pakan silase dan perbaikan pemanfaatan nutrien. Penerapan teknologi silase berbasis sumber daya lokal terbukti aplikatif pada tingkat peternak rakyat dan berpotensi meningkatkan kemandirian pakan serta keberlanjutan usaha ternak domba Garut.
Copyrights © 2026