Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE PHYSICAL CHARACTERISTIC TEST OF GAMAL (Gliricidia sepium) PELLET THAT ADDED OF BINDER Royani, Mega; Herawati, Ervi
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.991 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v6i1.2242

Abstract

The experiment was conducted to study the influence of binder on physical characteristic Gamal pellet. The data were anlyzed by analyzed of variance and significant experiment result would be examined by Duncan’s Multiple Range Test. The treatments were consisted of  P1  (30%  molasses+ 70% Gamal meal), P2 (40%  molasses + 60% Gamal meal), P3 (30% Tapioca + 70% Gamal meal), P4 (40% tapioca + 60% Gamal meal) and P5 (20% tapioca + 20% molasses +  60% Gamal meal). Variabel measured were spesific gravity, bulk density and compacted bulk density. The resuls showed that the treatment had significant effect (P> 0.05)on spesific gravity and bulk density but did not had significant effect (P<0,05) on compacted bulk density. The conclusion of the experiment that added of 30% molasses (P1) as binder gave the optimum physical characteristic of Gliricidia sepium pellet.Keywords : Binder, Physical characteristic test,Gamal Pellet 
Differences in Quantity and Quality of Fresh Semen and Frozen Semen After Thawing in Limousin and Simmental Cattle at Lembang Artificial Insemination Center Ahmat, Benny; Herawati, Ervi; Rohayati, Tati; Salamah, Aisyatus
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 24, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v24i1.51460

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the differences in quantity and quality of fresh semen and post-thawing frozen semen of two different cattle breeds at the Lembang Artificial Insemination Centre (BIB). The method applied in this research was case study method and used secondary data. The research material consisted of semen production records obtained from 9 Limousin cattle and 9 Simmental cattle, which were collected in July 2023 at 08.00-09.00 WIB. The variables studied were colour, volume, consistency, pH, motility, mass movement, concentration, post-thawing motility, and individual spermatozoa movement. The results showed that Limousin cattle semen had milky white (88.89%) and cream (11.11%) colour, medium consistency (55.56%) and liquid (44.44%) and mass motility value (++). While Simmental cattle semen has a milky white colour, medium consistency and mass motility value (++). The breed of cattle significantly differed on the concentration, pH of semen and post-thawing motility, then the breed of cattle had no significant difference on the volume, motility and movement of individual spermatozoa. Simmental cattle have superior semen quality compared to Limousin cattle.
PENGARUH PEMUPUKAN BOKASHI KOTORAN DOMBA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT LAMTORO (Leucaena leucocephala) Utami, Zenitha Dini; Nurhayatin, Titin; Herawati, Ervi
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2620

Abstract

Lamtoro merupakan sumber pakan bagi ternak ruminansia, khususnya pada peternakan skala rakyat. Tanaman ini memiliki kandungan protein kasar yang sangat tinggi.  Unsur hara yang dibutuhkan pada pembibitan lamtoro  dapat dipasok melalui pemupukan bokashi.  Pupuk  bokashi  merupakan  hasil  fermentasi dari  bahan-bahan  organik  dengan  menggunakan  bantuan  effective microorganism  (EM)  atau  dekomposer lainnya. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui dosis optimun pupuk bokashi kotoran domba terhadap pertumbuhan bibit lamtoro. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai September 2022 di Kampung Cihuni Desa Jatisari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode  eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan dosis bokashi kotoran domba yang dicoba adalah B0  = tanpa bokashi kotoran domba, B1  = 200 g bokashi kotoran domba /polibag, B2 = 400 g bokashi kotoran domba/polibag, B3  = 600 g bokashi kotoran domba/polibag, B4 = 800 g bokashi kotoran domba/polibag, B5  = 1.000 g bokashi kotoran domba/polibag. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan bokashi kotoran domba berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit lamtoro. Dosis 600 g bokashi kotoran domba/polibag memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan bibit lamtoro.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong Di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Ramadhan, Yustian; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4134

Abstract

Peternakan sapi potong sering kali menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait dengan aroma yang kurang sedap yang dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan sapi potong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi studi mencakup masyarakat yang tinggal dalam jarak 200 meter dari peternakan, dengan total populasi sebanyak 543 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 82 kepala keluarga sebagai sampel. Data diperoleh melalui survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bau dari peternakan mencatat skor 599 yang masuk dalam kategori "setuju" bahwa bau tersebut mengganggu. Sementara itu, persepsi terhadap limbah dari peternakan mencatat skor 772 yang masuk dalam kategori "biasa", menunjukkan bahwa limbah tersebut dianggap wajar oleh masyarakat. Pada variabel manfaat, skor 619 yang masuk dalam kategori "setuju" menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya manfaat dari keberadaan peternakan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan penyediaan pupuk bagi pertanian lokal
PENGARUH DOSIS STARTER TERHADAP NILAI pH DAN TINGKAT KESUKAAN PADA YOGHURT SUSU SAPI Nurdini, Desi; Herawati, Ervi; Nurhayatin, Titin
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i1.3494

Abstract

Abstrak Yoghurt adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi kemudian difermentasi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus dan Streptococcus thermophilus agar menghasilkan yoghurt yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis starter terhadap nilai pH dan tingkat kesukaan pada yoghurt susu sapi dan untuk mengetahui dosis starter untuk menghasilkan nilai pH dan tingkat kesukaan pada yoghurt susu sapi yang paling baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2023, proses pembuatan yoghurt dan uji tingkat kesukaan bertempat di Laboratorium Pasca Panen Fakultas Pertanian Universitas Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan dosis starter P1 (2%), P2 (3%), P3 (4%) dan P4 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis starter tidak berpengaruh terhadap nilai pH, warna dan aroma tetapi berpengaruh terhadap rasa dan tekstur yoghurt. Penambahan dosis starter sebanyak 4% memberikan pengaruh terbaik terhadap tingkat kesukaan rasa dan tekstur yoghurt. Kata kunci: Starter, pH, Tingkat Kesukaan, Yoghurt Susu Sapi Abstract Yogurt is a product obtained from milk that has been pasteurized and then fermented using the bacteria Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus, and Streptococcus thermophilus to produce good yogurt. This study aims to determine the effect of starter dose on the pH value and level of preference in cow’s milk yogurt and to determine the dose of starter to produce the best pH value and level of preference in cow’s milk yogurt. This research was conducted from May to June 2023, the process of making yogurt and testing the level of preference takes place in the post-harvest laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Garut. The research method used was an experimental method using a Completely Ramdomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatment used was the addition of a starter dose P1 (2%), P2 (3%), P3 (4%) and P4 (5%).  The result showed that the starter dose did not effect the pH value, color and aroma, but it did effect the taste and texture of the yogurt. The addition of a starter dose of 4% gave the best effect on the level of preference for the taste and texture of yogurt. Keywords: Starter, pH, Level of Preference, Cow’s Milk Yogurt
EFEK DILUAR GENETIK PADA SIFAT PERTUMBUHAN PRASAPIH DOMBA GARUT PEMELIHARAAN INTENSIF Dudi, Dudi; Rahmat, Dedi; Herawati, Ervi
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2416

Abstract

Domba Garut adalah plasma nutfah tatar Sunda bernilai ekonomi dan budaya. Penelitian telah dilaksanakan dengan tujuan mempelajari efek diluar aspek genetik pengaruhnya kepada karakteristik pertumbuhan domba Garut pada pemeliharaan secara intensif. Sejumlah 320 data dari UPD-BPPTD Margawati Garut periode tahun 2020-2021 yang terdiri dari berat lahir, berat sapih, pertambahan berat badan, tipe lahir, jenis kelamin, tahun dan musim kelahiran digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan model general linier dengan taraf nyata sebesar 0,05. Disimpulkan bahwa berat lahir, berat sapih dan pertambahan berat badan prasapih pada domba Garut dipengaruhi oleh aspek diluar genetik (P < 0,05).
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong Di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Ramadhan, Yustian; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4134

Abstract

Peternakan sapi potong sering kali menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait dengan aroma yang kurang sedap yang dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan sapi potong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi studi mencakup masyarakat yang tinggal dalam jarak 200 meter dari peternakan, dengan total populasi sebanyak 543 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 82 kepala keluarga sebagai sampel. Data diperoleh melalui survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bau dari peternakan mencatat skor 599 yang masuk dalam kategori "setuju" bahwa bau tersebut mengganggu. Sementara itu, persepsi terhadap limbah dari peternakan mencatat skor 772 yang masuk dalam kategori "biasa", menunjukkan bahwa limbah tersebut dianggap wajar oleh masyarakat. Pada variabel manfaat, skor 619 yang masuk dalam kategori "setuju" menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya manfaat dari keberadaan peternakan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan penyediaan pupuk bagi pertanian lokal
Dampak Penggunaan Tepung Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dalam Ransum Terhadap Berat Telur Shape Index Dan Ketebalan Kerabang Telur Itik Master Maulana, Andri; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41593

Abstract

Telur merupakan produk unggas dengan kandungan gizi tinggi dan mudah dicerna. Kualitas eksterior telur dapat dinilai berdasarkan beberapa aspek, seperti berat telur, bentuk dan ukuran telur (shape index) dan ketebalan kerabang telur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan pakan dalam campuran ransum itik petelur, serta menentukan persentase optimal tepung eceng gondok (Eichhornia crassipes) dalam ransum yang memberikan pengaruh terbaik pada berat telur, shape index dan ketebalan kerabang telur Itik Master.  Penelitian dilaksanakan di peternakan Citra Prawira yang berlokasi di Dusun Cigarukgak, Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan.  Perlakukan yang diberikan meliputi: R0 (100% ransum basal tanpa eceng gondok), R1 (95% ransum basal + 5% eceng gondok), R2 (90% ransum basal + 10% eceng gondok), R3 ( 85% ransum basal + 15% eceng gondok). Variabel yang diteliti terdiri dari berat telur, shape index dan ketebalan kerabang. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan tepung eceng gondok dalam ransum meningkatkan ketebalan kerabang, tetapi tidak memengaruhi berat telur maupun shape index. Tepung eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dimanfaatkan hingga 15% dalam ransum Itik Master.
Pengaruh Dosis Garam Terhadap Bobot Dan Tingkat Kesukaan Telur Asin Ayam Ras Jaya, Nurhalim; Nurhayatin, Titin; Herawati, Ervi; Kusmayadi, Tendy
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41889

Abstract

Telur asin ayam ras merupakan telur segar yang diolah dengan penambahan garam sehingga menjadi awet dan menciptakan rasa yang khas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di Kampung Ciparay Irigasi Desa Tanjungsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = 15% garam + bata merah, P2 = 30% garam + bata merah, P3 = 45% garam + bata merah. Lama pemeraman selama 14 hari. Variabel yang diamati yaitu pengaruh bobot, aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis garam mulai 15%, 30% dan 45% tidak berpengaruh terhadap bobot telur, aroma, rasa, dan tekstur, namun berpengaruh pada warna telur asin ayam ras. Dosis garam optimal 30% berdasarkan tingkat kesukaan pada warna kuning telur.
IDENTIFIKASI SIFAT – SIFAT KUANTITATIF BIBIT DOMBA GARUT BETINA DI UPTD – BPPTDK MARGAWATI Nawawi, Ikhsan; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 5, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v5i1.42575

Abstract

Sifat kuantitatif domba Garut merupakan sifat-sifat yang dapat diukur serta dijadikan pedoman dalam pemilihan bibit calon induk dan pejantan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bibit domba Garut betina di UPTD-BPPTDK Margawati yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia. Penelitian dilaksanakan di UPTD-BPPTDK Margawati Garut Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut pada bulan Juli 2022. Metode penelitian menggunakan metode survei terhadap domba garut betina calon induk. Sampel penelitian ditentukan secara  purposive, yaitu calon induk yang berumur 8 – 12 bulan. Parameter yang diamati meliputi berat badan, panjang badan, tinggi pundak dan lingkar dada. Hasil penelitian menunjukkan dari 39 ekor domba betina calon indukan yang berumur 8 - 12 bulan diperoleh sebanyak 27 ekor (69,23%) domba telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 7532.1:2015), sisanya 30,77% belum sesuai SNI.