Penelitian ini mengkaji fenomena unik di Sapan Didiah, Batusangkar, di mana air mata air bergerak merespons bunyi vokal dorso-velar frikatif bersuara /ɣ/ yang direpresentasikan sebagai 'kkrrrrr'. Studi interdisipliner ini mengintegrasikan analisis linguistik-fonetik, kimia fisik, dan antropologi budaya untuk memahami mekanisme fenomena tersebut. Metode penelitian mixed methods mengombinasikan eksperimen akustik, analisis spektrografi, uji tegangan permukaan air, dan etnografi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunyi 'kkrrrrr' dengan frekuensi 80-150 Hz dan intensitas 65-75 dB menghasilkan getaran mikro yang menurunkan tegangan permukaan air sebesar 12-18%, memicu pergerakan air. Temuan ini mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut merupakan hasil interaksi kompleks antara akustik, hidrodinamika, dan konstruksi sosio-kultural masyarakat Minangkabau. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman ilmiah tentang interaksi bunyi-fluida dan pelestarian kearifan lokal.
Copyrights © 2026