Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku ketergantungan anak pada gadget di Desa Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling, yaitu pemilihan subjek secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria subjek dalam penelitian ini adalah (1) orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun yang menggunakan gadget, (2) orang tua yang memberikan akses gadget kepada anak, dan (3) anak yang menggunakan gadget selama 3–9 jam sehari. Berdasarkan kriteria tersebut, dipilih dua anak beserta orang tua mereka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles & Huberman yang terdiri dari empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua anak memperlihatkan perilaku ketergantungan terhadap gadget pada enam aspek utama, yaitu salience, mood modification, tolerance, withdrawal, conflict, dan relapse. Anak menjadikan gadget sebagai pusat perhatian utama, mengalami perubahan emosi ketika penggunaannya dibatasi, menunjukkan peningkatan durasi bermain, serta mengalami kesulitan mengendalikan diri untuk berhenti. Ketergantungan ini berdampak pada perilaku sosial, emosi, dan interaksi anak, serta diperkuat oleh kurangnya pengawasan orang tua dan kemudahan akses terhadap teknologi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua anak mudah marah atau emosional ketika penggunaan gadget dibatasi, menarik diri dari interaksi sosial, serta mengalami penurunan minat terhadap aktivitas bermain dan belajar. Saran bagi orang tua adalah mendampingi anak saat menggunakan gadget serta menjadi teladan dalam penggunaan gadget secara bijak.
Copyrights © 2026