Penyintas bencana adalah orang-orang yang berhasil bertahan hidup dan selamat dari situasi yang dapat mengancam nyawa, kondisi fisik, psikologis, atau kehilangan material. kejadian traumatis ini sebenarnya dapat memicu terbentuknya pertumbuhan seseorang kearah yang lebih positif dilihat dari 5 aspek PTG yaitu Relating to Others, New Possibilities, Appreciation of Life, Personal Strength, dan Spiritual Change (Tedeschi & Calhoun, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana partisipan mengalami pertumbuhan pasca trauma setelah peristiwa badai seroja yang terjadi di desa Waimatan pada tahun 2021. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pasrtisipan berjumlah 5 orang berdasarkan kriteria yang ditentukan menggunakan teknik multi stage sampling. Data dianalisis menggunakan pendekatan Interpretative Phenomena Analisis (IPA). Hasil penelitian menunjukan tiap partisipan memiliki pengalaman berbeda dalam mengembangkan pertumbuhan pasca trauma, meskipun berbeda semua partisipan melaporkan adanya pertumbuhan yang terjadi pasca bencana, dimana penyintas mampu beradaptasi dan sebagian lagi menemukan makna baru dalam hidupnya.
Copyrights © 2026