Penelitian ini didasarkan pada belum optimalnya hasil belajar peserta didik dan rendahnya pasrtisipasi peserta didik pada pembelajaran Fikih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih dengan menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan media Educaplay lebih tinggi daripada keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fikih dengan menggunakan model pembelajaran eskpositori. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment, dengan bentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII.4 sebagai kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi keaktifan belajar dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian pada keaktifan belajar menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar peserta didik pada kelas eksperimen berada pada kategori aktif, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori kurang aktif. Selain itu, rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran CORE berbantuan media Educaplay dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran ekspositori. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CORE berbantuan media Educaplay berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih kelas VIII di MTsN 2 Padang.
Copyrights © 2026