Lanskap ekonomi kawasan Glodok sebagai pusat perniagaan bersejarah di Jakarta menghadapi tantangan eksistensial akibat disrupsi ganda dari revolusi e-commerce dan degradasi infrastruktur pasca-trauma sejarah. Riset ini bertujuan untuk merumuskan rencana strategi pemasaran yang komprehensif bagi Pancoran Chinatown Point (PCP), sebuah pengembangan properti mixed-use yang berupaya mensinergikan nilai sejarah autentik dengan modernitas perkotaan berbasis transit. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis lingkungan eksternal melalui kerangka PEST dan Porter’s Five Forces, serta kapabilitas internal melalui kerangka VRIO. Data menunjukkan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menempatkan Stasiun Glodok sebagai simpul Transit-Oriented Development (TOD) menjadi katalisator utama revitalisasi kawasan. Temuan penelitian merekomendasikan strategi Focused Differentiation dengan memposisikan PCP sebagai "The Living Gateway to Batavia’s Soul". Strategi ini mengintegrasikan model bisnis Online-to-Offline (O2O) untuk mendukung pedagang tradisional dan pendekatan Storynomics Tourism guna membangun ikatan emosional dengan konsumen lintas generasi. Hasil analisis menyimpulkan bahwa keberhasilan PCP sangat bergantung pada kemampuannya mengkurasi ekosistem ritel yang menawarkan pengalaman fisik yang tidak dapat didigitalisasi, seperti pengobatan tradisional Tionghoa dan kuliner legendaris, sekaligus menyediakan hunian vertikal yang menjawab tuntutan efisiensi mobilitas masyarakat urban modern.
Copyrights © 2026