Studi ini memetakan pengaruh kadar perekat tapioka (15, 20, 25, 30, dan 35 % massa terhadap arang sekam padi) terhadap sifat fisiko‑kimia briket serta parameter reaktivitas berupa konstanta laju semu kapp dari analisis termogravimetri (TGA). Analisis proksimat (ASTM D7582) dan analisis ultimate CHN (ASTM D5373) dilakukan pada sampel yang digiling. Hasil menunjukkan kadar air dan zat terbang meningkat dengan penambahan perekat, sedangkan karbon tetap menurun hampir linear. Nilai kapp per komposisi diturunkan dari rerata plateau kuasi‑mantap pada jejak laju isothermal. Regresi linear memperlihatkan korelasi negatif yang signifikan secara statistik antara kadar perekat dan kapp. Untuk menilai kestabilan proses, disusun pula Individuals (I) dan Moving Range (MR) chart untuk k_app pada seluruh kadar perekat yang diuji. Integrasi temuan ini mengarah pada rekomendasi awal kadar perekat 15–20 %, yang menjaga reaktivitas pada tingkat yang dapat diterima sekaligus membatasi pengenceran karbon tetap. Optimalisasi lanjutan perlu memasukkan integritas mekanik dan nilai kalor. Korelasi dan chart yang disajikan dapat berfungsi sebagai alat siap‑pakai untuk pengendalian proses dan spesifikasi produk briket biomassa. Kata kunci : briket arang sekam padi, perekat tapioka, konstanta laju semu kappk, TGA isothermal
Copyrights © 2025