Sistem integrasi tanaman-ternak menawarkan potensi ekologis yang signifikan di luar manfaat ekonominya, khususnya dalam siklus nutrien dan produktivitas primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siklus nutrien dan memperkirakan produktivitas primer pada sistem integrasi tanaman-ternak di empat tipologi agrowisata Kabupaten Konawe Utara, serta menilai potensinya sebagai kawasan edukasi sains. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan tipologi, observasi lapangan, dan studi literatur untuk menganalisis potensi aliran nutrien (karbon, nitrogen, fosfor, kalium). Hasil penelitian mengidentifikasi empat tipologi ekologis yang berbeda: (I) Kawasan Pesisir Aluvial, (II) Perkebunan Dataran Rendah, (III) Zona Agroforestri, dan (IV) Perkebunan Dataran Tinggi. Analisis menunjukkan adanya siklus nutrien tertutup dalam sistem integrasi, di mana limbah pertanian (jerami padi, kulit kakao) dikonversi menjadi pakan ternak, dan kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik, secara efektif mengembalikan unsur hara esensial ke tanah. Siklus ini meningkatkan efisiensi ekologis dan diperkirakan meningkatkan produktivitas primer dibandingkan sistem monokultur. Setiap tipologi memiliki karakteristik unik yang cocok sebagai laboratorium alam, memungkinkan pembelajaran tentang siklus biogeokimia, ekologi, dan pertanian berkelanjutan. Disimpulkan bahwa sistem integrasi tanaman-ternak di Konawe Utara membangun siklus nutrien yang efisien secara ekologis, sehingga menempatkan wilayah ini sebagai area potensial tinggi untuk pengembangan zona edukasi sains berbasis kearifan ekologis lokal.
Copyrights © 2025