Remaja dengan self-harm cenderung sulit untuk mengungkapkan emosinya secara lisan. Salah satu upaya meningkatkan regulasi emosi remaja dengan pemberian expressive writing therapy sebagai cara menyalurkan perasaan atau emosi melalui tulisan tangan yang tidak mampu diucapkan oleh lisan. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Dengan Self-Harm Kelas 10 Di SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada bulan November 2024 hingga bulan januari 2025. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperiment dengan design pretest-posttest with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 10 di SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro dan sampel penelitian ini adalah 54 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan screening yang masuk dalam kategori self- harm. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk kelompok kontrol sebanyak 216 responden dan kelompok intervensi sebanyak 54 responden. Uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai Pvalue <0,0000 < 0,0005. Hasil menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh positif dan siginifikan antara expressive writing therapy terhadap regulasi emosi pada remaja dengan self-harm. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh expressive writing therapy terhadap regulasi emosi pada remaja di SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro.
Copyrights © 2026