Perkembangan motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar. Kurangnya perkembangan motorik kasar sangat berdampak pada minat belajar anak, sehingga pola asuh orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan motorik kasar pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar anak prasekolah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2025. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak di Yayasan PKK Sumberjo sejumlah 43 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 34 responden. Hasil penelitian ini hampir setengahnya responden menerapkan pola asuh orang tua demokratis 13 orang (38,2%), otoriter 11 orang (32,4%) dan permisif 10 orang (29,4%). Perkembangan motorik kasar didapatkan sebagian besar perkembangan motorik kasar anak normal 18 anak (52,9%) dan hampir setengahnya suspect 16 anak (471%). Berdasarkan uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,014 a< = 0,05 yang artinya H1 diterima yang berarti terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar anak prasekolah dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,448 yang artinya tingkat keeratan hubungan korelasi antara variabel pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar tersebut searah
Copyrights © 2026