Permasalahan sampah organik di wilayah perdesaan kerap terabaikan akibat rendahnya literasi pengelolaan limbah domestik, termasuk di Desa Kedai Durian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi pengomposan masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk mendorong reduksi sampah di sumbernya. Metode pelaksanaan melibatkan 40 partisipan melalui tahapan diagnosis masalah, perencanaan aksi, intervensi teknis pengomposan aerob, serta observasi dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi partisipatif untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor literasi lingkungan sebesar 65%, dari dominan pemahaman konseptual menjadi penguasaan keterampilan teknis produksi kompos. Secara kuantitatif, program mampu mereduksi rata-rata 120 kg sampah organik rumah tangga per minggu yang diolah menjadi kompos layak guna. Keterlibatan aktif warga dalam seluruh siklus kegiatan memperkuat rasa kepemilikan dan konsistensi praktik pengelolaan sampah. Disimpulkan bahwa literasi pengomposan berbasis partisipatif efektif mengubah paradigma masyarakat dari membuang limbah menjadi mengelola sumber daya. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan integrasi unit pengomposan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat dipertahankan.
Copyrights © 2026