Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Redesain Awana Condotel Menggunakan Metode Flat slab Berdasarkan SNI 2847-2013 Hasibuan, Samsul; Kurniati, Dwi
TEKNIK Vol 41, No. 1 (2020): May 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.82 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v41i1.23742

Abstract

Flat slab adalah kontruksi pelat beton bertulang tanpa balok. Keuntungan yang dapat diperoleh adalah mengurangi ketinggian perlantai, mengurangi beban struktur, penghematan penggunaan plafon, penulangan yang lebih sederhana, dan pemasangan perancah dan bekisting yang ekonomis dalam membangun suatu bangunan gedung. Artikel ini memuat studi redesain struktur Gedung Awana Condotel Yogyakarta menggunakan metode flat slab di bawah zona gempa. Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) diperoleh dari perhitungan manual dan software ETABS 2016. Parameter yang ingin diketahui adalah dimensi dan penulangan pelat lantai, pelat atap, kolom, dan drop panel serta lendutan yang terjadi pada pelat. Hasil analisis dan perhitungan dimensi struktur menggunakan metode flat slab didapatkan tebal pelat lantai 210 mm, tebal pelat atap 150 mm, tebal drop panel 300 mm dengan lebar drop panel 2000 mm baik arah x maupun y, dan menggunakan dimensi kolom 1 yaitu 800 mm x 800 mm dan dimensi kolom 2 yaitu 400 x 400 mm. Lendutan yang terjadi pada pelat yaitu sebesar 0,17 mm untuk pelat lantai dan 0,30 mm untuk pelat atap. Analisa menggunakan software ETABS 2016 menunjukkan struktur gedung dengan periode (T) sebesar 1,04 detik.
Analisis Kinerja Seismik Rumah Pasangan Batu Bata Samsul Hasibuan
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 17 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.12.2.398

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang letaknya dekat dengan pertemuan lempeng besar bumi, hal ini menyebabkan gempa sering terasa dan berimbas pada bangunan. Mayoritas bangunan yang rusak akibat gempa adalah rumah, sedangkan gedung–gedung tinggi relatif mampu bertahan karena kemampuan gedung sudah diperhitungkan dengan matang. Laporan-laporan studi lapangan mengenai keruntuhan bangunan gedung ataupun perumahan ketika terjadi gempa bumi besar di Indonesia masih didominasi pada bangunan yang tidak dihitung dimana hanya menggunakan struktur dinding pasangan bata merah dan struktur dinding bata terkekang. Pada makalah ini rumah pasangan batu bata akan di modelkan dan dianalisis menggunakan bantuan software ETABS v9.7.4 dengan asumsi rumah pasangan batu bata tersebut berada di wilayah zona Gempa 4 dengan percepatan puncak di batuan dasar sebesar 0,20 (g) dan rumah tersebut dibangun di daerah tanah lunak. Selanjutnya hasil analisis memperlihatkan kinerja pada rumah pasangan batu bata akibat Gempa yang terjadi. Overall rumah pasangan batu bata termasuk kedalam level kinerja (Life Safety).
Perbandingan Analisis Kapasitas Beban Maksimum Silinder Beton antara SNI 2847:2019 dan Simulasi Monte Carlo Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Fandi Notodiharjo; Fransisca Bella; Alexander Bayu; Jomitho Dos Santos
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.8497

Abstract

Teknik simulasi merupakan suatu metode yang dilakukan secara numerik atau yang lain, tanpa melakukan eksperimen secara fisik. Teknik simulasi dapat menggunakan data pada pengujian-pengujian sebelumnya, atau dengan data lain tanpa eksperimen untuk menentukan distribusi probabilitas pada persoalan-persoalan penting yang sedang dihadapi. Metode simulasi monte carlo merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mendekati parameter-parameter tertentu. Distribusi probabilitas dari variable random yang nilainya tergantung pada interaksi dengan variable random yang distribusi probabilitasnya sudah dispesifikasi. Makalah ini bertujuan membandingkan hasil analisis berdasarkan  SNI 2847 (2019) dengan hasil analisis berdasarkan metode monte carlo pada benda uji silinder beton. Makalah ini juga dapat menjadi refrensi untuk menguji keakuratan hasil eksperimen pada benda uji beton pada eksperimen-eksperimen yang selanjutnya. Makalah ini menggunakan jumlah data random terdistribusi seragam sebanyak 100 data untuk mendapatkan mean dan standar devisasi. Analisis dilakukan pada 2 buah benda uji silinder beton dengan dimensi yang sama yaitu 150 mm X 300 mm, namun dengan mutu beton dan mutu baja yang berbeda. Selanjutnya hasil analisis didapatkan kapasitas beban maksimum yang mampu dipikul oleh silinder beton berdasarkan SNI dan juga berdasarkan simulasi monte carlo. Hasil analisis pada kedua benda uji berdasarkan SNI 2847 (2019) dan simulasi monte carlo memiliki selisih 0,8 % dan 0,7 %. Nilai koefisien skewness dan kurtosis berturut-turut adalah -0,16 dan -0,83.
Desain dan Analisis Flat Slab dengan Software Matlab Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Dwi Kurniati; Mega Puspita Sari
Teknika Vol 16, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.939 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i2.2357

Abstract

Flat slab adalah pelat beton bertulang yang didukung oleh kolom ditambah drop panel atau mungkin kolom ditambah kepala kolom atau tanpa kepala kolom dan drop panel. Metode desain dan analisis flat slab yang akan digunakan adalah metode desain langsung dimana metode tersebut adalah menentukan tebal minimum pelat yang tinjau berdasarkan mutu baja yang akan digunakan pada analisis ini. Distribusi momen pada analisis dengan metode desain langsung menghasilkan momen total yang kemudian akan didistribusi ke masing-masing panel untuk lajur kolom dan lajur tengah. Kegagalan geser (punching shear) terjadi pada area penampang kritis di sekitar kepala kolom dan drop panel sehingga kekuatan geser akan dihitung berdasarkan nilai kekuatan geser yang terjadi dan akan di kontrol dengan kekuatan geser dari mutu beton yang digunakan. Dalam tulisan ini desain dan analisis akan dilakukan secara numerik berdasarkan SNI 2847:2019 dengan menggunakan software Matlab. Selanjutnya hasil analisis yang telah diperoleh dari software Matlab menunjukan bahwa panel internal yang didesain aman dari kegagalan punching shear.
KONSEP PERANCANGAN MASJID AGUNG JAWA TENGAH Soesilo Boedi Leksono; Defri Tahta Gunawan; I Made Oka Handara; Rian Kunto Prabowo; Rifat Nabil Sahad; Samsul A Rahman Sidik Hasibuan
NALARs Vol 21, No 2 (2022): NALARs Volume 21 Nomor 2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.21.2.125-138

Abstract

ABSTRAK. Desain masjid agung Jawa Tengah untuk Indonesia merupakan hasil dari lomba tingkat Nasional dan telah terpilih menjadi juara 3. Ide pembangunan masjid agung Jawa Tengah ini berawal dari visi Jawa Tengah dalam “menuju Jawa Tengah sejahtera dan berdikari” dengan salah satu misinya yaitu “membangun masyarakat Jawa Tengah yang religius, toleran dan guyup untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dalam tulisan ini studi literature, observasi lapangan, dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan data-data awal dengan pendekatan kualitatif. Selanjutnya, hasil desain masjid agung Jawa Tengah diperoleh dan telah dipaparkan dalam tulisan ini. Masjid agung Jawa Tengah diharapkan mampu menunjang kebutuhan masyarakat dan merepresentasikan kondisi masyarakat Jawa Tengah yang  berkarakter toleran dan multikultural.Kata kunci: Desain arsitektur, Indonesia, Jawa Tengah, Masjid agungABSTRACT. The great mosque of Central Java designed for Indonesia resulted from a national-level competition and has been selected as the 3rd place winner. Development ideas of the great mosque of Central Java originated from the vision of Central Java "towards a prosperous and independent Central Java" with one of its missions, namely "build a religious, tolerant and harmonious society in Central Java to protect the Unitary State of the Republic of Indonesia." This paper used literature studies, field observations, and interviews to obtain initial data with a qualitative approach. Furthermore, the results of the Great Mosque of Central Java design are accepted and have been described in this paper. The great mosque of Central Java is expected to be able to support community needs. It represents the condition of the people of Central Java with a tolerant character and multicultural.Keywords: Architectural Design, Central Java, Great Mosque, Indonesia
STUDI PERBANDINGAN ANALISIS STRUKTUR BALOK MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS ANDROID dan SAP2000 Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Fadhillah Azmi; Yuan Anisa
Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v6i1.1337

Abstract

Struktur balok merupakan tipe elemen struktural yang penting untuk para profesional konstruksi serta mayoritas insinyur wajib akrab dengan balok. Tipe struktur balok yang dibahas dalam tulisan ini merupakan struktur balok sederhana (simple beam). Dalam menghitung gaya-gaya serta deformasi struktur secara numerik memerlukan waktu yang lebih lama serta memerlukan ketelitian yang baik. Pada masa yang semakin canggih ini, telah tersedia bermacam software serta aplikasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan gaya-gaya dalam serta deformasi struktur dengan cepat dan akurat. Salah satu software yakni SAP2000 dan salah satu aplikasi yakni Easy Beam dapat digunakan untuk mendapatkan gaya-gaya dalam serta deformasi struktur dengan cepat dan akurat. Dalam tulisan ini struktur balok sederhana dimodelkan serta dianalisis menggunakan software SAP2000 dan aplikasi Easy Beam. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis dengan software SAP2000 dan aplikasi Easy Beam khususnya balok sederhana. Selanjutnya, hasil analisis dengan software SAP2000 dan aplikasi Easy Beam telah diperoleh serta telah bahas. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai-nilai yang diperoleh tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kata kunci— simple beam, Easy Beam analysis, SAP2000
PREDIKSI KAPASITAS PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGAN Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Baskoro Abdi Praja; Iin Irawati
Racic : Rab Construction Research Vol 7 No 1 (2022): RACIC (RAB CONSTRUCTION RESEARCH)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v7i1.2401

Abstract

Reinforced concrete column design is the process of determining the dimensions of the columns and reinforcement required with the appropriate quality of concrete and steel so that they can withstand the planned load to work on the column. Unlike the beam design, which was based on the applied load, it is possible to determine the cross-sectional dimensions and reinforcement requirements directly from the design equation, and the column design process is iterative. A column generally experiences axial forces, shear forces, bending moments, and torsional moments. In this paper, cross-sections of reinforced concrete columns are modelled and analyzed using an android application that can be installed via the play store. The application offered by eigenplus named RCC Column Design version 2.1.12 was released on 17 September 2017. The last updated RCC Column Design application was on 25 March 2018. This paper aims to predict the cross-sectional capacity of reinforced concrete columns with variations in reinforcement diameter. The cross-sectional capacity of the column referred to in this paper is the axial capacity, moment capacity, and shear capacity. Furthermore, the value of the cross-sectional capacity of reinforced concrete columns with variations in the diameter of the reinforcement has been obtained. The values ​​obtained are proposed as predictions in this paper.
PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR INDISCHE DALAM PERANCANGAN PASTORAN GEREJA SANTO ANTONIUS KOTABARU DI YOGYAKARTA Sinta Dewi; Sushardjanti Felasari; Yoseph Duna Sihesa; Samsul Hasibuan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.689

Abstract

Abstract: Being located in the centre of cultural heritage area of Kotabaru, city of  Yogyakarta,  the Saint Anthony Catholic Church then is known as Kotabaru Church (Dutch: Nieuw Wijk Katholieke Kerk). The church is located in Abu Bakar Ali street (Boulevard Jonquiere) and I Dewa Nyoman Oka street (Sultansboulevard). As one of the eldest churches in the city, the church was built during the colonial time and inaugurated in 1926 by Mgr. A. Van Velsen SJ, the Bishop of Jakarta. In 2014 The Saint Anthony Church was stated as a cultural heritage building. In October 2016 the Church bought a piece of land with a building on it, adjacent to its parish house. The two story building was half constructed, developed from a single story Indische architectural style building which unfortunately was already destroyed, leaving only a small part of its original building entrance. The building was planned to be functioned as the new parish house with a spatial connection to the old parish house. Despite the strong recommendation to reduce the expenses by making minimum physical changes, the building especially the façade should be redesigned as far as possible to be restored to its original façade and according to the requirements as an Indische architectural style building. As a part of the cultural heritage buildings in the area of Kotabaru, the new parish house should perform contextual architectural style and elements. Furthermore, the design results are proposed three alternatives and presented in the form of floorplans and elevations.Abstrak: Terletak di tengah kawasan cagar budaya Kotabaru, Kota Yogyakarta, Gereja Katolik Santo Antonius kemudian dikenal dengan nama Gereja Kotabaru (Bahasa Belanda: Nieuw Wijk Katholieke Kerk). Gereja tersebut terletak di Jalan Abu Bakar Ali (Boulevard Jonquiere) dan Jalan I Dewa Nyoman Oka (Sultansboulevard). Sebagai salah satu gereja tertua di kota Yogyakarta, gereja ini dibangun pada masa kolonial dan diresmikan pada tahun 1926 oleh Mgr. A. Van Velsen SJ, Uskup Jakarta. Pada tahun 2014 Gereja Santo Antonius ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Pada bulan Oktober 2016 Gereja membeli sebidang tanah dengan sebuah bangunan di atasnya, bersebelahan dengan rumah parokinya. Bangunan berlantai dua ini setengah dibangun, dikembangkan dari bangunan bergaya arsitektur Indische berlantai satu yang sayangnya sudah hancur, hanya menyisakan sebagian kecil dari entrance bangunan aslinya. Gedung tersebut rencananya akan difungsikan sebagai rumah paroki baru dengan keterkaitan spasial dengan rumah paroki lama. Meskipun ada rekomendasi kuat untuk mengurangi biaya dengan melakukan perubahan fisik seminimal mungkin, bangunan terutama fasad harus didesain ulang sejauh mungkin untuk dikembalikan ke fasad aslinya dan sesuai dengan persyaratan sebagai bangunan bergaya arsitektur Indische. Sebagai bagian dari bangunan cagar budaya di wilayah Kotabaru, rumah paroki baru hendaknya menampilkan gaya dan elemen arsitektur yang kontekstual. Selanjutnya, hasil rancangan diusulkan 3 alternatif dan disajikan dalam bentuk denah dan tampak bangunan.
Analisis Riwayat Waktu Nonlinier Struktur Flat Slab dengan OpenSees Navigator Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Yoyong Arfiadi; Junaedi Utomo
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1, JULI 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.304 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.38184

Abstract

Pengembangan sistem struktur yang tidak menggunakan balok sebagai komponen utama pertama kali diajukan oleh Turner pada tahun 1906. Sistem struktur ini lebih dikenal dengan flat slab. Struktur flat slab didukung oleh kepala kolom dan drop panel, atau tanpa drop panel, atau tanpa kepala kolom. Beberapa peraturan bangunan seperti IS 456:2000, ACI 318-19, EC 2:2004, dan NZS 3101 (Part 1):2006 hanya memberikan pedoman untuk merancang sistem flat slab di bawah beban gravitasi saja. Namun demikian, bangunan flat slab juga banyak dibangun di daerah dengan gempa tinggi yang dapat menyebabkan runtuhnya bangunan akibat beban gempa. Dalam tulisan ini struktur gedung flat slab 10 tingkat hasil rancangan dianalisis menggunakan analisis riwayat waktu respons nonlinier dengan bantuan software OpenSees Navigator menggunakan beberapa rekaman gempa yaitu Kobe (Jepang, 1995), Imperial Valley (California, 1979) dan Tabas (Iran, 1978) yang telah disesuaikan dengan spektra desain kota Yogyakarta. Dari hasil analisis menggunakan OpenSees Navigator diperoleh bahwa story drift yang terjadi masih dalam batas-batas yang disyaratkan dalam peraturan, sehingga gedung yang ditinjau masih dalam batas perencanaan life safety.
OPTIMASI LETAK SHEAR WALL PADA STRUKTUR GEDUNG Samsul A Rahman Sidik Hasibuan; Faqih Ma’arif
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.18143

Abstract

Shear walls are structural walls designated as part of an earthquake force-resisting system, which also serves to increase the stiffness of the structure and absorb large shear forces as the height of the structure increases. When shear walls are placed in the right and strategic position, shear walls can be used economically to provide horizontal load resistance. In this paper, the 7-storey symmetrical building structure is modelled and analyzed using ETABS v.9.7.4 software. Analysis was carried out on four structural models with variations in the proposed shear wall locations. The model without shear walls was used as a controller for the normal model. This paper aims to optimize the location of the shear wall in a 7-storey symmetrical building structure. Furthermore, the results of the analysis of the structure of the building without shear walls and variations in the location of the shear walls were obtained using the ETABS v.9.7.4 software. The analysis results show that model 3 is a better location for shear walls to be applied to the review structure.   Abstrak Shear wall merupakan dinding struktur yang ditetapkan sebagai bagian dari sistem penahan gaya gempa, juga berfungsi menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur. Ketika shear wall diletakan pada posisi yang cocok dan strategis, shear wall dapat digunakan secara ekonomis untuk menyediakan tahanan beban horisontal yang diperlukan. Dalam tulisan ini struktur gedung simetris 7 tingkat dimodelkan dan dianalisis menggunakan software ETABS v.9.7.4. Analisis dilakukan pada 4 model struktur dengan variasi letak shear wall yang diusulkan. Untuk model normal yaitu model tanpa shear wall digunakan sebagai pengontrol. Tulisan ini bertujuan untuk mengoptimalkan letak shear wall pada struktur gedung simetris 7 tingkat. Selanjutnya, hasil analisis struktur gedung tanpa shear wall dan dengan variasi letak shear wall menggunakan software ETABS v.9.7.4 telah diperoleh. Hasil analisis menunjukan bahwa model 3 merupakan letak shear wall yang lebih baik untuk diterapkan pada struktur tinjauan.