Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah pesisir masih menjadi tantangan lingkungan yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan kawasan pesisir yang menghadapi permasalahan sampah akibat keterbatasan sistem pengelolaan serta dampak banjir rob dan abrasi pantai. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan sampah rumah tangga belum dilakukan secara terpadu dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis bank sampah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan selama empat bulan melalui tahapan perizinan dan survei lapangan, persiapan program, pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan, pembentukan kelembagaan bank sampah, serta evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan serta kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah, dengan nilai rata-rata meningkat dari 75% pada tahap awal menjadi 95,5% setelah pelaksanaan program. Selain itu, terbentuk kembali kelembagaan bank sampah sebagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini terbukti mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi dalam penguatan kapasitas masyarakat serta pengembangan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah pesisir. Model pemberdayaan melalui bank sampah berpotensi untuk direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik permasalahan serupa.
Copyrights © 2026