Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology

Paham Ketuhanan “Mori Kraeng” dalam Upacara Torok Wuat Wa’i bagi Anak-Anak Manggarai yang akan Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Elan, Anjelita (Unknown)
Huba, Fransiskus (Unknown)
Nefrindo, Oktavianus (Unknown)
Widodo, Agus (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Feb 2026

Abstract

Torok Wuat Wa'i is a traditional ritual of the Manggarai community conducted when someone is about to migrate. Using qualitative methods through literature studies and interviews, this research aims to delve into the understanding of divinity in the Torok Wuat Wa’i ceremony, particularly for those who are going to study. The results show that the Manggarai people have a belief in a God who governs the universe and human life, whom they refer to as Mori Kraeng. Through the Torok Wuat Wa’i ritual, they pray for a good life and protection from Mori Kraeng, from the moment a person departs from their hometown, during the journey, throughout their studies in the migration area, and until their return to their hometown. Additionally, in the Torok Wuat Wa’i ceremony, they also pay homage to their ancestors, who are believed to play a crucial role in maintaining the balance of nature and human life. Therefore, the Torok Wuat Wa’i ceremony serves not only as a means to establish relationships and seek blessings from God but also as a manifestation of togetherness and unity among humans, the universe, and the spiritual world.AbstrakTorok Wuat Wa'i merupakan ritual adat masyarakat Manggarai yang dilakukan ketika seorang hendak merantau. Dengan metode kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara, penelitian ini bermaksud untuk mendalami paham ketuhanan dalam upacara Torok Wuat Wa’i, khususnya bagi mereka yang hendak studi. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai mempunyai keyakinan akan Tuhan yang menguasai alam semesta dan kehidupan manusia, yang mereka sebut Mori Kraeng. Melalui ritual Torok Wuat Wa’i, mereka memohon kehidupan yang baik dan perlindungan dari Mori Kraeng, sejak seseorang berangkat dari kampung halaman, selama dalam perjalanan, selama studi di perantauan, hingga kepulangannya kembali ke kampung halaman. Selain itu, dalam upacara Torok Wuat Wa’i, mereka juga memberi penghormatan terhadap leluhur, yang diyakini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, upacara Torok Wuat Wa’i tidak hanya menjadi sarana menjalin relasi dan memohon berkat Tuhan, tetapi juga merupakan wujud kebersamaan dan kesatuan antara manusia, alam semesta, dan dunia spiritual.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

senafil

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences Other

Description

Proceedings of the National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is an academic journal organized and operated by Faculty of Theology, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia. The Theological Faculty has been acknowledged as the Pontifical Faculty of Theology “Wedhabakti” by ...