Pendahuluan: Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan saturasi oksigen dalam aliran darah adalah merokok Perokok menurut WHO untuk sekarang adalah mereka yang merokok setiap hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya. Merokok adalah kegiatan mengkonsumsi rokok dengan cara membakar rokok dan atau menghisap asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran saturasi oksigen pada pasien perokok dengan general anestesi inhalasi di recovery room.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling sebanyak 60 responden. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa dari total 60 responden, responden memiliki frekuensi merokok sedang, yaitu sebanyak 41 peserta (68,3%), dan frekwensi merokok ringan berjumlah 19 peserta (31,7%). Saturasi oksigen, sebagian besar yaitu 48 peserta (80,0%), memiliki tingkat saturasi oksigen yang normal, yaitu di atas 95%. Sementara, 12 peserta (20,0%) menunjukkan tingkat saturasi oksigen yang rendah, yaitu di bawah 95%. Kesimpulan: Pada pasien paska general anestesi inhalasi riwayat frekuensi merokok memberi pengaruh pada kadar saturasi oksigen pasien sebanyak 20%.
Copyrights © 2026