Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab semua pihak yang berkaitan dengan pemberian pelayanan kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran yang cukup penting bagi terwujudnya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kerja sama tim, komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang mendukung, pelaporan insiden, dan respon yang tidak menyalahkan terhadap kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan terhadap budaya keselamatan pasien. Metode: Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi yaitu seluruh perawat di ruang rawat inap sebanyak 74 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang rawat inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh pada tanggal 26 s/d 31 Juli 2025. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square maka hasil penelitian hubungan kerja sama terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000, hubungan komunikasi terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000, hubungan kepemimpinan terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000, hubungan pelaporan insiden terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,003 serta hubungan respon tidak menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, pelaporan insiden dan respon tidak menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien.
Copyrights © 2026