Latar Belakang: Nelayan merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan dan keselamatan kerja akibat paparan lingkungan laut, beban kerja fisik berat, serta rendahnya penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja nelayan di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif univariat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan pengisian kuesioner pada 62 nelayan yang berada di RT 01, RT 03, dan RT 04 Desa Ureng. Data yang dikaji meliputi karakteristik nelayan, keluhan kesehatan setelah melaut, penyakit klinis, risiko penyakit akibat kerja, kejadian kecelakaan kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa nelayan mengalami berbagai masalah kesehatan : 48% nelayan mengalami hipertensi; nelayan sudah pernah kedokter dan terdiagnosis rematik 14,5%, katarak 11,3%, dan anemia 3,2%; keluhan nyeri punggung dan nyeri otot pada nelayan yang masa kerja lebih dari 10 tahun. Selain itu, masih ditemukan rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan praktik kerja yang berisiko: 45,2% nelayan yang tidak menggunakan APD; 24,2% nelayan pernah mengalami cedera akibat tertusuk alat kail saat melaut; 33,9% tidak membawa alat pelampung saat melaut.Kesimpulan: Masalah kesehatan yang ditemukan pada nelayan yaitu hipertensi, rematik, katarak, anemia dan keluhan nyeri punggung dan otot. Pada praktik keselamatan kerja masih ditemukan nelayan tidak menggunakan alat pelindung diri, tidak membawa pelampung saat melaut dan pernah mengalami cidra tertusuk alat kail saat melaut
Copyrights © 2026