Latar Belakang: Penurunan kapasitas fungsional pada usia lanjut (lansia) berpengaruh langsung terhadap derajat kemandirian aktivitas dalam kehidupan sehari-hari Activity of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup. Lansia yang menetap di panti wreda menunjukkan kerentanan lebih besar terhadap ketergantungan karena keterbatasan fisik, psikologis, dan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa di Medan. Metode: Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional, serta pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku. Sampel terdiri dari 122 lanjut usia di pilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Spearmank rank pada tingkat signifikansi p-value <0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 23% lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan berada pada kategori mandiri dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup lansia bervariasi pada setiap domain, dengan mayoritas berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara tingkat kemandirian dalam activity daily living dengan kualitas hidup lansia (p = 0,000; r = 0,935), yang menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Temuan ini menyimpulkan bahwa tingkat kemandirian berperan penting terhadap peningkatan kualitas hidup lanjut usia.
Copyrights © 2026