Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas akibat penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi masih menunjukkan tren peningkatan, khususnya di tingkat komunitas, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kegiatan diagnosis komunitas dan intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan meningkatnya kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cikupa serta mengevaluasi efektivitas edukasi dan senam hipertensi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengelolaan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Talaga pada 30 Oktober 2025 dengan pendekatan diagnosis komunitas berdasarkan Paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode USG dan Delphi, sedangkan analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Whys. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai hipertensi, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar, serta demonstrasi senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pendekatan dengan siklus Plan–Do–Check–Action (PDCA). Hasil menunjukkan bahwa 29,41% responden mengalami peningkatan skor pengetahuan minimal 20 poin, 76,47% mencapai skor post-test di atas 70, dan 29,41% memenuhi kedua kriteria tersebut. Dapati disimpulkan bahwa intervensi berupa edukasi dan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai pengendalian hipertensi di komunitas.
Copyrights © 2026