Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Grand Fatimah Tahun 2024 Handayani, Fitri; Sikki, Nurhaeni; A, Ali Yusran; Nusantara, Novalja Nega; Fahri, Sindytia; Pangestu, Sulthan Diffa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6652

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama keberhasilan layanan kesehatan, Kepuasan pasien selain dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan, juga di tentukan Oleh pengalaman dan pemikiran perorangan, dan hal ini tidak dapat dengan mudah diupayakan untuk diubah dan digiring kearah keadaan yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan waktu tunggu terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara variabel independen dan varibel dependen, Sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling sebanyak 60 sampel. Hasil sebagian besar responden berumur dewasa awal 18 – 35 th sebanyak 47 orang (78,3%), berjenis kelamin perempuan 60 orang (100%), tamatan SMA yaitu sebanyak 40 (66,7%) responden. Ibu rumah tangga sebanyak 49 orang (81,7%). terdapat hubungan pada dimensi Reliability mempunyai nilai p = 0,0001, emphaty p=0,000 Assurance p = 0,003, Responsivenes p = 0,002 Berdasarkan hasil analisis multivariate variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan pasien adalah variabel Assurance dengan nilai p =0,012 dan Exp (B) 6,246.  Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan kualitas pelayanan pengaruh terhadap kepuasan pasien. Saran penelitian, Rumah sakit disarankan untuk melakukan digitalisasi sistem antrean guna memangkas waktu tunggu dan melakukan pelatihan berkala bagi tenaga medis untuk menjaga standar kualitas pelayanan demi meningkatkan loyalitas serta citra institusi kesehatan.  
HEALTH EDUCATION AND HYPERTENSION EXERCISE ACTIVITIES TO IMPROVE TREATMENT ADHERENCE AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS IN TALAGA VILLAGE, WORKING AREA OF CIKUPA COMMUNITY HEALTH CENTER, CIKUPA DISTRICT, CIKUPA REGENCY, BANTEN PROVINCE PERIOD: SEPTEMBER 22 – NOVEMBER 15, 2025 Murdoko, Ilham Wicaksono San; Fahri, Sindytia; Immanuel, Nathania; Paramitha, Yesan Suci; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54577

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas akibat penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi masih menunjukkan tren peningkatan, khususnya di tingkat komunitas, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kegiatan diagnosis komunitas dan intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan meningkatnya kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cikupa serta mengevaluasi efektivitas edukasi dan senam hipertensi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengelolaan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Talaga pada 30 Oktober 2025  dengan pendekatan diagnosis komunitas berdasarkan Paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode USG dan Delphi, sedangkan analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Whys. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai hipertensi, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar, serta demonstrasi senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pendekatan dengan siklus Plan–Do–Check–Action (PDCA). Hasil menunjukkan bahwa 29,41% responden mengalami peningkatan skor pengetahuan minimal 20 poin, 76,47% mencapai skor post-test di atas 70, dan 29,41% memenuhi kedua kriteria tersebut. Dapati disimpulkan bahwa  intervensi berupa edukasi dan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai pengendalian hipertensi di komunitas.