Immanuel, Nathania
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRIKTUR ESOFAGUS : LAPORAN KASUS Immanuel, Nathania; Mumaiyyizah, Shofiatul; Widjaya, Inge Friska
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51388

Abstract

Striktur esofagus merupakan penyempitan lumen esofagus akibat proses fibrosis dinding yang umumnya disebabkan oleh inflamasi kronis, terutama akibat penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Kondisi ini dapat menyebabkan disfagia progresif yang berdampak pada status nutrisi dan kualitas hidup pasien. Deteksi dan terapi yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses diagnosis dan penatalaksanaan striktur esofagus pada pasien dengan riwayat GERD. Penelitian ini merupakan studi deskriptif berupa laporan kasus pada seorang wanita berusia 60 tahun yang datang dengan keluhan makanan terasa tertahan di tenggorokan selama lima tahun terakhir, memburuk dalam satu minggu terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi rontgen toraks, CT scan toraks, dan rencana endoskopi. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan temuan klinis dan radiologis. Pemeriksaan menunjukkan kondisi umum stabil dengan status nutrisi baik. Pemeriksaan radiologi menunjukkan dilatasi esofagus dengan penyempitan di esophagogastric junction sepanjang ±4,5 cm dan penebalan dinding ±8 mm yang sesuai dengan gambaran striktur esofagus. Pasien mendapat terapi medikamentosa dan dianjurkan menjalani endoskopi untuk evaluasi lanjut. Diagnosis striktur esofagus memerlukan pendekatan multidisiplin dengan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pencitraan. Deteksi dini serta terapi yang tepat dapat memperbaiki gejala disfagia dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
HEALTH EDUCATION AND HYPERTENSION EXERCISE ACTIVITIES TO IMPROVE TREATMENT ADHERENCE AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS IN TALAGA VILLAGE, WORKING AREA OF CIKUPA COMMUNITY HEALTH CENTER, CIKUPA DISTRICT, CIKUPA REGENCY, BANTEN PROVINCE PERIOD: SEPTEMBER 22 – NOVEMBER 15, 2025 Murdoko, Ilham Wicaksono San; Fahri, Sindytia; Immanuel, Nathania; Paramitha, Yesan Suci; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54577

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas akibat penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi masih menunjukkan tren peningkatan, khususnya di tingkat komunitas, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kegiatan diagnosis komunitas dan intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan meningkatnya kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cikupa serta mengevaluasi efektivitas edukasi dan senam hipertensi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengelolaan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Talaga pada 30 Oktober 2025  dengan pendekatan diagnosis komunitas berdasarkan Paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode USG dan Delphi, sedangkan analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Whys. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai hipertensi, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar, serta demonstrasi senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pendekatan dengan siklus Plan–Do–Check–Action (PDCA). Hasil menunjukkan bahwa 29,41% responden mengalami peningkatan skor pengetahuan minimal 20 poin, 76,47% mencapai skor post-test di atas 70, dan 29,41% memenuhi kedua kriteria tersebut. Dapati disimpulkan bahwa  intervensi berupa edukasi dan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai pengendalian hipertensi di komunitas.