Penelitian ini menganalisis strategi ilokusi dan pola komunikasi persuasif yang digunakan oleh Anies Baswedan dalam berbagai wawancara dan podcast politik. Sebagai figur publik yang dikenal dengan kemampuan retorika dan pilihan diksi yang reflektif, Anies Baswedan menampilkan gaya komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga strategis dan membangun citra diri. Melalui pendekatan analisis pragmatik, penelitian ini menelaah jenis-jenis tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) serta implikatur yang muncul dalam konteks wacana politik. Selain itu, teori komunikasi persuasif digunakan untuk mengungkap bagaimana unsur ethos, pathos, dan logos dikonstruksi secara simultan untuk mencapai efek perlokusi tertentu terhadap khalayak. Data penelitian diambil dari beberapa wawancara dan podcast Anies Baswedan yang dipublikasikan di berbagai media daring sepanjang tahun 2023–2025. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menyoroti fungsi pragmatis setiap tuturan dan strategi persuasif yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anies Baswedan secara konsisten menggunakan tindak tutur ilokusi direktif dan ekspresif untuk menegaskan gagasan, membangun empati, dan memperkuat kredibilitas politiknya. Di sisi lain, penggunaan implikatur dan strategi retoris yang halus memperlihatkan upaya sadar untuk mengelola persepsi publik tanpa menimbulkan konfrontasi langsung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pragmatik dan komunikasi politik, khususnya dalam memahami bagaimana bahasa digunakan sebagai instrumen kekuasaan simbolik dalam ranah publik.
Copyrights © 2026