Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kecerdasan emosional terhadap psychological well-being mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori ex post facto. Sampel terdiri dari 405 mahasiswa yang diperoleh melalui teknik convenience sampling, sehingga generalisasi temuan terbatas pada karakteristik populasi yang sebanding. Kecerdasan emosional diukur menggunakan Brief Emotional Intelligence Scale (BES-10) yang dikembangkan oleh Davies et al. (2010). Psychological well-being diukur menggunakan skala kesejahteraan psikologis multidimensional berbasis model Ryff (1989) yang mencakup enam dimensi utama: penerimaan diri, relasi positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS setelah memenuhi asumsi parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological well-being (β = 0,56; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 31% (R² = 0,31). Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan regulasi dan pemahaman emosi berperan sebagai faktor protektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa dewasa awal. Secara praktis, hasil ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program layanan Bimbingan dan Konseling yang berfokus pada pelatihan regulasi emosi dan literasi emosional di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2025