Kesenjangan antara capaian pembelajaran pendidikan vokasi Rekayasa Perangkat Lunak dan kebutuhan industri masih terlihat, terutama dalam kemampuan pemecahan masalah kompleks, kolaborasi tim, dan pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen kurikulum berbasis deep learning dan growth mindset diimplementasikan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif pada satu institusi pendidikan vokasi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan sekolah, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumen kurikulum, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahap reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Pendekatan deep learning diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek, studi kasus autentik, dan portofolio digital yang mendorong pemahaman konseptual serta berpikir kritis, sementara growth mindset dikembangkan melalui refleksi pembelajaran, umpan balik konstruktif, dan budaya sekolah yang menekankan proses dan ketekunan. Integrasi kedua pendekatan tersebut memperkuat pengembangan kompetensi teknis dan nonteknis peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen kurikulum yang adaptif dan berbasis kebutuhan industri, serta merekomendasikan penguatan kolaborasi dengan dunia industri dan integrasi sertifikasi kompetensi berbasis proyek untuk meningkatkan kesiapan lulusan
Copyrights © 2025