Pemahaman mahasiswa terhadap konsep titrasi argentometri masih tergolong rendah karena proses pembelajaran yang berlangsung cenderung berpusat pada dosen dan belum mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam menemukan konsep. Selain itu, bahan ajar yang digunakan pada mata kuliah Dasar-Dasar Kimia Analitik masih bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga mahasiswa kesulitan mengaitkan konsep dengan penerapannya dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem-Based Learning (PBL) kontekstual pada materi Titrasi Argentometri. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan model evaluasi Rountree dan Tessmer pada tahap self-evaluation dan one-to-one evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara dosen pengampu dan angket kebutuhan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan 93,1% mahasiswa menyukai mata kuliah Dasar-Dasar Kimia Analitik, namun hanya 20,8% yang menyatakan telah memiliki bahan ajar yang sesuai. Sebanyak 73,6% mahasiswa mengalami kesulitan memahami konsep titrasi argentometri, 81,9% menilai bahan ajar belum menyajikan contoh kontekstual, dan 98,6% menyatakan memerlukan LKM berbasis PBL yang menarik dan aplikatif. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan pengembangan LKM kontekstual yang dapat membantu mahasiswa memahami konsep titrasi argentometri secara lebih mendalam dan bermakna.
Copyrights © 2025