Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi tindak diskriminasi dan mendeskripsikan proses penerimaan penyintas kusta yang kembali ke masyarakat dalam film Sweet Bean (2015). Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif serta kartu data. Hasil analisis terhadap kartu data menunjukkan bahwa terdapat keseluruhan kategori diskriminasi berdasarkan Blank dan Dabady (2004), yaitu Intentional Explicit Discrimination, Subtle Unconscious Automatic Discrimination, Statistical Discrimination and Profiling, serta Organizational Processes. Di antara 4 kategori tersebut, Organizational Processes merupakan kategori yang paling dominan, diskriminasi ini berupa kebijakan, aturan, serta prosedur yang dilakukan oleh institusi. Misalkan Undang-Undang Pencegahan kusta yang mengatur isolasi paksa. Fenomena diskriminasi terhadap kusta masih kuat dirasakan oleh para penyintas, walaupun pemerintah sudah mengumumkan bahwa mereka sudah sembuh. Tetapi di tengah sikap diskriminasi dan penolakan yang menjadi tantangan besar bagi penyintas kusta, pada film ini ditemukan fenomena penerimaan oleh masyarakat. Sikap ini ditunjukkan oleh Sentaro, Wakana, dan ketiga siswi SMP yang memakan dorayaki buatan Tokue tanpa rasa jijik ataupun tidak nyaman.
Copyrights © 2025