Articles
NOMINA DERIVASIONAL BAHASA JEPANG : SEBUAH KAJIAN MORFOLOGI GENERATIF
Antartika, I Kadek
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 10, No 20 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (429.839 KB)
|
DOI: 10.23887/prasi.v10i20.8915
Affixation is one of word formations found in most languages including in Japanese. Word formation which changes lexical identity and resulted a new lexicon is called derivation. This study was conducted to determine the process of derivational noun formation in Japanese. The results of this study show that (1) the process of the formation of Japanese noun derivational is done by embedding derivational affixes to the root of verbs, nouns, and adjectives, such as prefix{su-, ma-} suffixes {-mamire, -darake, -sei,-te, -tate, -gachi-Gimi,-sa, -mi, -Me, sei} (2) there are forms which are appropriate according to word formation rules but are not used in Japanese due to blocking of other forms representing the word.e.g *utaite, *nomitate. Afixation process in the formation of noun derivational resulted morphophonemic. Phonological processes that take place between them are the assimilation of consonant and vowel insertion / i / at the root of verbs that end in a consonant.Keywords : derivation, blocking, word formation
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM DRAMA MY BOSS MY HERO (SUATU KAJIAN PRAGMATIK)
Astawa, I Putu Yogi;
Antartika, I Kadek;
Sadyana, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12137
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dan jenis tindak tutur ekspresif dalam drama My Boss My Hero. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah drama Jepang yang berjudul My Boss My Hero. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen utama menggunakan kartu data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Dalam menganalisis, menggunakan analisis pragmatik untuk mengkaji penggunaan fungsi dan jenis tindak tutur ekspresif. Teori yang digunakan yaitu teori tindak tutur ekspresif menurut Searle (1979) dan Yule (2006) sedangkan jenis tindak tutur menggunakan teori Wijana (1996). Hasil dari penelitian ditemukan 29 data yang menggunakan tindak tutur ekspresif. Terdapat 9 (Sembilan) fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan yaitu tindak tutur ekspresif marah, mengejek, mengeluh, menyalahkan, mengharapkan, minta maaf, mengucapkan selamat, memuji, dan mengucapkan terima kasih. Tindak tutur ekspresif memuji, mengucapkan selamat, mengharapkan, minta maaf, mengucapkan terima kasih, menyalahkan dan marah cenderung atau sebagian besar diungkapkan dengan jenis tuturan langsung literal. Tindak tutur ekspresif mengeluh diungkapkan dengan jenis tuturan langsung literal dan tidak langsung literal sedangkan tindak tutur ekspresif mengejek diungkapkan dengan jenis tindak tutur langsung literal dan tidak langsung tidak literal.Kata Kunci : pragmatik, tindak tutur ekspresif, jenis tindak tutur æœ¬ç ”ç©¶ã¯ã€ãƒ‰ãƒ©ãƒžã€Žãƒžã‚¤ãƒœã‚¹ãƒžã‚¤ãƒ’ーãƒãƒ¼ã€ã§ä½¿ç”¨ã•れる特定ã®ç›®çš„ã‚’æŒã¤ä¼šè©±è¡¨ç¾ã®æ„味ã¨ç¨®é¡žã‚’èªžç”¨è«–ã‚’åŸºã«æ˜Žã‚‰ã‹ã«ã™ã‚‹ã“ã¨ã§ã‚る。対象ã¯ã€ãƒ‰ãƒ©ãƒžã€Žãƒžã‚¤ãƒœã‚¹ãƒžã‚¤ãƒ’ーãƒãƒ¼ã€ã§ã‚りã€ãƒ‡ãƒ¼ã‚¿ã‚«ãƒ¼ãƒ‰ã‚’基ã«ã—ãŸå®šæ€§çš„è¨˜è¿°ç ”ç©¶ã§ã‚る。データã¯ã€é€£ç¶šè¦–è´ã‹ã‚‰æŠœç²‹ã—ã€è¡¨ç¾ã®æ©Ÿèƒ½ã¨ç¨®é¡žã‚’語用論を用ã„ã¦åˆ†æžã—ãŸã€‚表ç¾ç†è«–ã§ã¯ã€ã‚µãƒ¼ãƒ«ï¼ˆ1979)åŠã³ãƒ¦ãƒ¼ãƒ«ï¼ˆ2006)ã€è¡¨ç¾ç¨®é¡žã§ã¯ã€ã‚¦ã‚£ã‚¸ãƒ£ãƒŠï¼ˆ1996)ã®ç†è«–ã‚’å‚考ã«ã—ãŸã€‚ã“ã®çµæžœã€ç‰¹åˆ¥ãªç›®çš„ã‚’ã‚‚ã¤ä¼šè©±è¡¨ç¾ã¯ã€29ä¾‹ã€æ„味ã¯9例èªã‚られãŸã€‚怒りを表ã™ã‚‚ã®ã€éžé›£ã€è½èƒ†ã€èª¤è§£ã€å¸Œæœ›ã€è¬ç½ªã€ç¥è¾žã€è³žè³›ã€ãã—ã¦æ„Ÿè¬ã§ã‚ã£ãŸã€‚怒りã€å¼·åˆ¶ã€å¸Œæœ›ã€è¬ç½ªã€ç¥è¾žã€è³žè³›ã€ãã—ã¦æ„Ÿè¬ã§ã¯ã€ç›´æŽ¥æ„味ãŒé€šã˜ã‚‹è¡¨ç¾æ–¹æ³•ãŒä½¿ç”¨ã•れã€è½èƒ†ã§ã¯è¨€è‘‰ã‚’ç½®ãæ›ãˆã‚‹ã¨æ„味ãŒé€šã˜ã‚‹è¡¨ç¾æ–¹æ³•ã€éžé›£ã§ã¯æ„味ãŒå…¨ã通ã˜ãªã„è¡¨ç¾æ–¹æ³•ãŒèªã‚られãŸã€‚keyword : 語用論ã€ç‰¹å®šç›®çš„表ç¾ã€è¡¨ç¾ç¨®é¡ž
RELASI MAKNA KANJI DENGAN ITO HEN YANG MEMBENTUKNYA
Padmasari, Putu Citra Intan;
Antartika, I Kadek;
Hermawan, Gede Satya
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i1.9634
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan makna kanji dengan ito hen yang membentuknya. Subyek penelitian ini adalah kanji-kanji dalam bahasa Jepang. Obyek dari penelitian ini adalah kanji yang memiliki ito hen dalam Jouyou Kanji. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan. Pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 kanji yang berunsur ito hen, dari 50 kanji tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu unsur ito hen yang bermakna (1) aktifitas terdapat 20 kanji, (2) benda terdapat 17 kanji, (3) waktu terdapat 3 kanji, (4) warna terdapat 3 kanji, dan (5) keadaan/ sifat terdapat 7 kanji dan ditemukan bahwa ada hubungan antara kanji yang berbushu ito. Hubungan tersebut merupakan hubungan makna secara denotasi (makna sebenarnya) serta hubungan makna secara konotasi (makna kias). Peneliti menemukan ada 22 kanji yang memang tidak bisa dipisahkan oleh ito hen, ia terbentuk menjadi kesatuan yang kalau dipisahkan tidak ada artinya.Kata Kunci : hubungan makna, kanji, itohen, semantik 本論ã®ç›®çš„ã¯ã€ç³¸åを使用ã™ã‚‹æ¼¢å—ã¨ãã®æ„味ã®é–¢é€£æ€§ã‚’知るã“ã¨ã§ã‚ã‚‹ã€‚ç ”ç©¶ã®å¯¾è±¡ã¯ã€æ—¥æœ¬èªžã®æ¼¢å—ã§ã‚りã€å¸¸ç”¨æ¼¢å—ã«ã‚ã‚‹ç³¸åæ¼¢å—を調査目的ã«ã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。データã¯ã€æ›¸ç±ã‹ã‚‰åŽé›†ã—ã€ãれを定性的記述法ã«ã‚ˆã‚Šåˆ†æžã—ãŸã€‚ã“ã®åˆ†æžã®çµæžœã€ç³¸åæ¼¢å—50å—ã¯æ„味ã«ã‚ˆã‚Šã„ãã¤ã‹ã«åˆ†é¡žã§ãる。(1)動作を表ã™ã‚‚ã®ãŒ20å—ã€ï¼ˆï¼’)物質を表ã™ã‚‚ã®ãŒ17å—ã€ï¼ˆï¼“)時間を表ã™ã‚‚ã®ãŒ3å—ã€ï¼ˆï¼”)色を表ã™ã‚‚ã®ãŒ3å—ã€ï¼ˆï¼•)性質を表ã™ã‚‚ã®ãŒ7å—ã§ã‚ã£ãŸã€‚以上ã‹ã‚‰ç³¸åæ¼¢å—ã¨æ„味ã®é–¢é€£æ€§ã¯ã€æœ¬æ¥ã®æ„味ã¨é–¢é€£æ€§ã®ã‚ã‚‹ã‚‚ã®ã€æ–°ãŸã«æ„味ãŒä½œã‚‰ã‚ŒãŸã‚‚ã®ãŒã‚る。ã¾ãŸã€éƒ¨é¦–ã¨ã—ã¦ã®ç³¸åã¨åˆ‡ã‚Šé›¢ã™ã¨æ„味ã®ãªããªã‚‹æ¼¢å—ã‚‚22å—ã‚ã£ãŸã€‚keyword : æ„味ã®é–¢é€£æ€§ã€æ¼¢å—ã€ç³¸åã€æ„味論
GAMBARAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL SEBAGAI STRATEGI PROBLEM SOLVING DALAM DRAMA MISAKI NUMBER ONE
Wulandari, Aristia;
Sadyana, I Wayan;
Antartika, I Kadek
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12143
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran komunikasi verbal murni, komunikasi verbal yang diikuti dengan bentuk nonverbal, serta peranan dari proses komunikasi tersebut sebagai strategi problem solving dalam drama Misaki Number One. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah drama Jepang yang berjudul Misaki Number One. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen utama berupa kartu data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, dengan teknik lanjutannya yaitu teknik catat. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan 2 jenis strategi komunikasi verbal yaitu strategi langsung literal dan strategi tidak langsung literal yang diterapkan dalam 27 data verbal murni dan 12 data verbal yang diikuti dengan bentuk nonverbal. Bentuk-bentuk nonverbal yang mengikuti tuturan verbal hanya berfungsi untuk menekankan tuturan verbal dan melengkapi tuturan verbal. Selain itu, ditemukan peranan dari proses komunikasi sebagai strategi problem solving dalam drama Misaki Number One ini sebanyak 6 peran yaitu memberikan perhatian, memberikan kepercayaan atau keyakinan, memberikan kedekatan atau kehangatan, memediasi permasalahan siswa, tidak memojokkan atau menyalahkan siswa, serta memberikan dukungan dan semangat.Kata Kunci : komunikasi, verbal, nonverbal, strategi problem solving 本論ã¯ã€ãƒ‰ãƒ©ãƒžã€Œç¾Žå’²ãƒŠãƒ³ãƒãƒ¼ãƒ¯ãƒ³ã€ã§å•é¡Œè§£æ±ºã®æ‰‹æ®µã¨ã—ã¦ç´”粋ãªè¨€èªžè¡¨ç¾ã€è¨€èªžè¡¨ç¾ã«ã‚ˆã‚Šè¡¨ã•れる言語表ç¾ã€éžè¨€èªžè¡¨ç¾ã«ã‚ˆã‚‹ã‚³ãƒŸãƒ¥ãƒ‹ã‚±ãƒ¼ã‚·ãƒ§ãƒ³ãŒæˆã‚Šç«‹ã¤éŽç¨‹ã‚’è«–ã˜ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。対象ã¯ã€æ—¥æœ¬ãƒ‰ãƒ©ãƒžã€Œç¾Žå’²ãƒŠãƒ³ãƒãƒ¼ãƒ¯ãƒ³ã€ã§ã‚る。ã¾ãŸã€ãƒ‡ãƒ¼ã‚¿ã¯è¦–è´ã—ãŸéš›ã€å ´é¢ã‚’見ã¤ã‘出ã—ã€ãれをデータカードを作æˆã™ã‚‹ã“ã¨ã«ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã€å®šæ€§çš„記述法ã«ã‚ˆã‚Šåˆ†æžã—ãŸã€‚çµæžœã¯æ¬¡ã®é€šã‚Šã§ã‚る。言語表ç¾ã«ã‚ˆã‚‹ä¼é”方法ã¯ç›´æŽ¥çš„ã€é–“接的ä¼é”ã®2種類èªã‚れãŸã€‚純粋ãªè¨€èªžè¡¨ç¾ã«ã‚ˆã‚‹ä¼é”手段ã¯27例ã€éžè¨€èªžè¡¨ç¾ã«ã‚ˆã‚Šè¡¨ã•れる言語表ç¾ã¯12例èªã‚られãŸã€‚ã¾ãŸã€éžè¨€èªžè¡¨ç¾å½¢å¼ã¯å¼·èª¿åŠã³è£œå®Œã‚’表ã™ã€‚ã¾ãŸã€å•題解決手段ã®éŽç¨‹ã«ãŠã„ã¦åŒãƒ‰ãƒ©ãƒžã§ã¯ã€æ³¨æ„æèµ·ã€ä¿¡é ¼ã€æŽ¥è¿‘生徒間ã®å•題仲è£ã€ç”Ÿå¾’ä¿è·ã€æ¿€åбã®6例ãŒèªã‚られãŸã€‚keyword : コミュニケーションã€è¨€èªžè¡¨ç¾ã€éžè¨€èªžè¡¨ç¾ã€å•題解決手段
INTERPRETASI MAKNA PERIBAHASA BAHASA JEPANG YANG MENGGUNAKAN UNSUR BINATANG INU (ANJING), NEKO (KUCING), SARU (KERA) DAN UMA (KUDA)
Wulandari, Luh Eni Dipya;
Sadyana, I Wayan;
Antartika, I Kadek
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i1.9690
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan unsur yang digunakan dalam peribahasa Jepang yang menggunakan kata inu (anjing), neko (kucing), saru (kera) dan uma (kuda) dan (2) mengetahui makna yang terkandung dalam peribahasa Jepang yang terbentuk dari kata inu (anjing), neko (kucing), saru (kera) dan uma (kuda). Subjek dalam penelitian ini adalah unsur binatang yang digunakan dalam peribahasa Jepang yaitu, inu (anjing), neko (kucing), saru (kera) dan uma (kuda). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan deskripsi tentang sifat, perawakan, kemampuan dan cara hidup pada masing-masing binatang inu (anjing), neko (kucing), saru (kera) dan uma (kuda). Selain itu makna yang terkandung dalam peribahasa Jepang yang terbentuk dari kata inu (anjing), neko (kucing), saru (kera) dan uma (kuda) menyatakan makna positif dan negatif mengenai watak, sifat, dan tingkah laku hidup manusia dalam kehidupan bermasyarakat.Kata Kunci : Kotowaza, Interpretasi, Makna è«–æ–‡ã®ç›®çš„ã¯ã€(1)日本語ã«ãŠã„ã¦å‹•物「犬」ã€ï½¢çŒ«ï½£ã€ï½¢çŒ¿ï½£ã€ï½¢é¦¬ï½£ã‚’使用ã™ã‚‹è«ºã‚’抽出ã™ã‚‹ã“ã¨ã€(2)ã“れらã®è«ºãŒä½¿ç”¨ã•れãŸå ´åˆã®æ„味を明らã‹ã«ã™ã‚‹ã“ã¨ã§ã‚る。データã¯ã€è³‡æ–™åŠã³æ›¸ç±ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã—ã€å®šæ€§çš„解釈記述法ã«ã‚ˆã‚Šåˆ†æžã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚ã‚‹ã€‚ç ”ç©¶ã®çµæžœã€ã“れらã®è«ºã®æ„味ã¨ã—ã¦å‹•ç‰©ã®æ€§è³ªã€æ§˜åã€èƒ½åŠ›ã€ç”Ÿã方を表ç¾ã™ã‚‹æ„味ãŒãれãžã‚Œã‚りã€ç¤¾ä¼šç”Ÿæ´»ã«ãŠã‘る人間生活ã®å€‹æ€§ã€æ€§è³ªã€è¡Œç‚ºã«ã¤ã„ã¦è‚¯å®šçš„ãªã‚‚ã®ã€å¦å®šçš„ãªã‚‚ã®ã®ä¸¡æ–¹ã‚’æŒã¤ã€‚keyword : 諺ã€è§£é‡ˆã€æ„味
VARIASI LATIHAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA (KAIWA) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERPENDEKATAN SAINTIFIK OLEH GURU BAHASA JEPANG DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2016/2017
Lestari Giri, Putu Ririn Indra;
Sadyana, I Wayan;
Antartika, I Kadek
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.11615
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Variasi latihan yang digunakan dalam pengembangan kemampuan berbicara bahasa Jepang berpendekatan saintifik di SMA Negeri 4 Singaraja (2) dasar acuan guru bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja dalam mengembangkan variasi latihan berbasis saintifik (3) kendala yang dihadapi dalam membuat variasi latihan pengembangan kemampuan berbicara bahasa Jepang berbasis pendekatan saintifik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitataif. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa (1) guru menerapkan variasi latihan berpendakatan saintifik utamanya pada kegiatan ‘oyou renshuu’ dengan menyesuaikan pada materi dan tingkatan kelas serta menggunakan variasi latihan drill dan tanya jawab (interview) (2) dasar acuan guru bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja dalam mengembangkan variasi latihan berbicara berpendekatan saintifik adalah tuntutan kurikulum. (3) kendala yang dihadapi dalam membuat variasi latihan kemampuan berbicara bahasa Jepang adalah membuat variasi latihan yang sesuai dengan karakteristik, keadaan siswa di kelas, dan materi yang diajarkan. Kata Kunci : variasi latihan, saintifik, kaiwa, bahasa Jepang 本論ã®ç›®çš„ã¯ã€(1) シンガラジャ公立第四高ç‰å¦æ ¡æ—¥æœ¬èªžç§‘授æ¥ã«ãŠã‘る会話能力を高ã‚ã‚‹ãŸã‚ã«ä½¿ç”¨ã•れる練習ã®å¤šæ§˜æ€§ã€(2)ã€€åŒæ ¡æŒ‡å°Žè€…ã®ç§‘å¦çš„æŽ¥è¿‘法ã«ã‚ˆã‚‹ç·´ç¿’ã‚’é‹ç”¨ã™ã‚‹ç›®çš„ã€(3) 科å¦çš„æŽ¥è¿‘法ã«ã‚ˆã‚‹æ—¥æœ¬èªžä¼šè©±ç·´ç¿’ã«ãŠã„ã¦åŒæ ¡æŒ‡å°Žè€…ãŒç›´é¢ã™ã‚‹å•題ã€ã‚’明らã‹ã«ã™ã‚‹ã“ã¨ã§ã‚る。データã¯ã€è¦³å¯Ÿã€ã‚¤ãƒ³ã‚¿ãƒ“ューã«ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã—ã€ãれを定性的記述法ã«ã‚ˆã£ã¦åˆ†æžã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。ã“ã®çµæžœã€(1)ã€€åŒæ ¡æŒ‡å°Žè€…ã¯ã€æŽˆæ¥å†…容ã€å¦å¹´ã«ã‚ˆã‚Šãƒ‰ãƒªãƒ«ç·´ç¿’åŠã³è³ªç–‘応ç”ã«ã‚ˆã‚‹å¿œç”¨ç·´ç¿’ã«ãŠã„ã¦ç§‘å¦çš„æŽ¥è¿‘法をé‹ç”¨ã—ã¦ã„る。(2)ã€€åŒæ ¡æŒ‡å°Žè€…ãŒã€ç·´ç¿’ã®å¤šæ§˜æ€§ã‚’é‹ç”¨ã™ã‚‹ã®ã¯ã€ã‚«ãƒªã‚ãƒ¥ãƒ©ãƒ ã«æ²¿ã£ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。(3) 日本語会話練習ã«ãŠã„ã¦ç›´é¢ã™ã‚‹å•題点ã¨ã—ã¦ã€ã‚¯ãƒ©ã‚¹ã®ç‰¹æ€§ã€çжæ³ã€æŒ‡å°Žå†…容ã«ã‚ˆã£ã¦ç·´ç¿’内容を作æˆã—ãªã‘れã°ãªã‚‰ãªã„ã“ã¨ã§ã‚る。keyword : ç·´ç¿’ã®å¤šæ§˜æ€§ã€ç§‘å¦çš„ã€ä¼šè©±ã€æ—¥æœ¬èªž
ANALISIS MAKNA KONTRASTIF PADA KONJUNGSI GA DAN DEMO DALAM CERPEN KUSA SUBERI KARYA NAGI KEISHI
Novita Sari, I Gusti Ayu Made Intan;
Antartika, I Kadek;
Suartini, Ni Nengah
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12144
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan makna kontrastif pada konjungsi ga dan demo yang ditemukan dalam cerpen Kusa Suberi karya Nagi Keishi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerpen yang berjudul Kusa Suberi karya Nagi Keishi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan Hubung Banding-Bedakan (HBB). Hasil penelitian ini menunjukkan (1) dari 30 data ga dan 5 data demo, konjungsi ga memiliki 6 variasi sebagai pemarkah batas semantik yaitu [kondisi] ga [realita], [pernyataan] ga [realita], [realita] ga [realita], [realita] ga [pernyataan], [realita] ga [kondisi] dan [kondisi] ga [kondisi], sedangkan konjungsi demo membentuk 2 variasi saja yaitu [kondisi] demo [realita] dan [realita] demo [realita]. (2) Terdapat 2 variasi yang sama pada masing-masing konjungsi ga dan demo yaitu [kondisi] >< [realita] dan [realita] >< [realita] namun memiliki makna pertentangan yang berbeda. (3) Konjungsi ga menunjukkan 3 makna yaitu menyatakan pertentangan makna secara absolut, menyatakan perbandingan makna dan hanya menyatakan perbedaan antar makna klausa, sedangkan konjungsi demo menunjukkan 2 makna yaitu menyatakan pertentangan terhadap makna ideasional pada kalimat sebelumnya, dan menyatakan sesuatu hal yang tetap dilakukan oleh pembicara atau tidak dipengaruhi oleh konteks kalimat sebelumnya.Kata Kunci : makna kontrastif, konjungsi ga, konjungsi demo, cerpen Kusa Suberi. 本論ã¯ã€å—木佳士著çŸç·¨ã€Žè‰ã™ã¹ã‚Šã€ã«ã‚る逆接を表ã™ã€ŒãŒã€åŠã³ã€Œã§ã‚‚ã€ã®ç›¸é•を明らã‹ã«ã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。ã“れã¯ã€å®šæ€§çš„記述ã«åŸºã¥ãç ”ç©¶ã§ã‚る。対象ã¯ã€å—木佳士著çŸç·¨ã€Žè‰ã™ã¹ã‚Šã€ã§ã‚る。データã¯ã€ç²¾èªã«ã‚ˆã‚‹æŠ½å‡ºè¨˜è¿°ã«ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã—ã€ãã‚Œã‚’æ–‡ç« è¡¨ç¾ (PUP) åŠã³æ¯”較相é•関係(HBB) ã«ã‚ˆã‚‹è¨€èªžä¸€è‡´æ³•ã«ã‚ˆã£ã¦åˆ†æžã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。ã“ã®çµæžœã¯æ¬¡ã®é€šã‚Šã§ã‚る。(1) çŸç·¨ã€Žè‰ã™ã¹ã‚Šã€ã«ä½¿ç”¨ã•れãŸé€†èª¬è¡¨ç¾ã€ŒãŒã€ã¯30例ã€ã€Œã§ã‚‚ã€ã¯5例èªã‚られãŸã€‚ä¸€æ–‡ç« ã«ãŠã‘ã‚‹å‰ç¯€ã§è¡¨ã•れãŸå†…容ãŒ[状æ³]ã§ã‚ã£ãŸã‚‚ã®ãŒå¾Œç¯€ã§[事実]ã€åŒæ§˜ã«[事象] ãŒ[事実]ã€[事実] ãŒ[事実]ã€[事実] ãŒ[事象]ã€[事実] ãŒ[状æ³]ã€[状æ³] ãŒ[状æ³] ã®è¡¨ç¾ã«ãªã‚‹6種ã€ã¾ãŸã€ã€Œã§ã‚‚ã€ã«ãŠã„ã¦ã¯ã€[状æ³] ã§ã‚‚[事実]ã€[事実] ã§ã‚‚[事実]ã€ã®2種èªã‚られãŸã€‚(2) 「ãŒã€ã€ã€Œã§ã‚‚ã€ã«ãŠã„ã¦[状æ³] ã¨[事実]ã€[事実] ã¨[事実] ã®2種ãŒå…±é€šã™ã‚‹ãŒã€æ„味ã¯ç•°ãªã‚‹ã€‚(3)「ãŒã€ã¯ã€ä¸¦ç«‹ã€é€†æ…‹æŽ¥ç¶šã€äº‹å®Ÿã‚’è¿°ã¹ã¦å‰ç½®ãã®3ã¤ã®æ„味をæŒã¡ã€ã€Œã§ã‚‚ã€ã¯ã€å‰æ–‡ã«å¯¾ã—ã¦é€†æ…‹ã®æ„味を表ã™ã€å‰æ–‡ã®å†…容ã«é–¢ã‚らãšè©±è€…ã®è¡Œç‚ºã‚’確定ã™ã‚‹ã®2ç¨®ã®æ„味を表ã™ã€‚keyword : é€†èª¬ã®æ„味ã€ã€ŒãŒã€ã€ã€Œã§ã‚‚ã€ã€çŸç·¨ã€Žè‰ã™ã¹ã‚Šã€ã€‚
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU ASOSIASI GAMBAR "KATAKANA-INA" UNTUK PEMBELAJARAN KATAKANA BAGI PEMULA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA
Delani, Anastasia Friska;
Antartika, I Kadek;
Mardani, Desak Made Sri
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12139
Penelitian ini bertujuan unutk mengembangan media pembelajaran berupa kartu asosiasi gambar untuk pembelajaran Katakana bagi pemula di SMA Negeri 4 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru pengajar bahasa Jepang dan siswa kelas X IPS 1 dan 2 SMA Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development). Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) observasi, (2) kuesioner, dan (3) wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) media pembelajaran yang dibuat merupakan media kartu asosiasi gambar yang memiliki dua sisi, yaitu sisi depan dan sisi belakang. Pada sisi depan terdapat gambar yang diasosiasikan dengan huruf Katakana dan urutan penulisan huruf Katakana. Pada sisi belakang terdapat gambar dan contoh kosakata yang ditulis dengan huruf Katakana, (2) berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan oleh uji ahli dan juga pengajar, media pembelajaran yang dikembangkan sudah baik dan sangat sesuai.Kata Kunci : Katakana, kartu, mnemonic æœ¬ç ”ç©¶ã¯ãƒãƒªå·žç«‹ã‚·ãƒ³ã‚¬ãƒ©ã‚¸ãƒ£ç¬¬å››é«˜ç‰å¦æ ¡ã®åˆç´šå¦ç¿’è€…ã®æ—¥æœ¬èªžã‚«ã‚¿ã‚«ãƒŠè¡¨è¨˜å¦ç¿’ã§ä½¿ç”¨ã™ã‚‹çµµã‚«ãƒ¼ãƒ‰æ•™æã®ä½œæˆã‚’目的ã¨ã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。対象ã¯ãƒãƒªå·žç«‹ã‚·ãƒ³ã‚¬ãƒ©ã‚¸ãƒ£ç¬¬å››é«˜ç‰å¦æ ¡ç¤¾ä¼šç§‘å¦ã‚³ãƒ¼ã‚¹10å¹´1組ã€2組ã®ç”Ÿå¾’ãŠã‚ˆã³åŒæ ¡æ—¥æœ¬èªžæ•™å¸«ã§ã‚ã‚‹ã€‚æœ¬ç ”ç©¶ã¯ä½œæˆèª¿æŸ»ç ”ç©¶ã§ã‚り。データã¯ï¼ˆï¼‘)観察ã€ï¼ˆï¼’)アンケートã€ï¼ˆï¼“)インタビューã«ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã—ãŸã€‚ã“ã®çµæžœã€ï¼ˆï¼‘)作æˆã—ãŸçµµã‚«ãƒ¼ãƒ‰æ•™æã¯ä¸¡é¢ã‹ã‚‰æˆã‚Šç«‹ã¡ã€è¡¨å´ã«ã‚«ã‚¿ã‚«ãƒŠæ–‡å—ã¨ãã®æ›¸ãé †ã€è£å´ã«è¡¨å´ã§è¡¨ã—ãŸã‚«ã‚¿ã‚«ãƒŠã‚’使用ã—ãŸèªžå½™ãŒè¨˜ã•れã¦ã„ã‚‹ã€ï¼ˆï¼’)日本語専門家教師ã«ã‚ˆã‚‹ã“ã®çµµã‚«ãƒ¼ãƒ‰æ•™æã«å¯¾ã™ã‚‹è©•価ã¯è‰¯ãå¦ç¿’è¦é …ã«æ²¿ã£ãŸã‚‚ã®ã§ã‚ã‚‹ã¨ã¨ã„ã†ã‚‚ã®ã§ã‚ã£ãŸã€‚keyword : カタカナã€ã‚«ãƒ¼ãƒ‰ã€ãƒ ãƒãƒ¢ãƒ‹ãƒƒã‚¯å¦ç¿’法
KONSEP PERBANDINGAN LINTAS BUDAYA DALAMPEMBELAJARAN BAHASA JEPANG BERPENDEKATAN SAINTIFIKDI SMA NEGERI 4 SINGARAJA
Nityasari D, Made Elisa;
Sadyana, I Wayan;
Antartika, I Kadek
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.10431
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) budaya Jepang dan budaya Indonesia yang diperkenalkan dalam proses pembelajaran bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja, (2) proses mengasosiasi yang dilakukan dalam membandingkan kedua budaya tersebut pada pembelajaran Bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja, dan (3) kendala yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Jepang di SMA Negeri 4 Singaraja tidak hanya terbatas pada penguasaan kosakata dan tata bahasa saja tapi juga sudah aplikatif. Dibuktikan dengan diperkenalkannya budaya Indonesia dan budaya Jepang dalam pembelajaran berupa budaya komunikasi, etika, dan pakaian dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Guru pun telah melakukan perbandingan budaya Indonesia dan budaya Jepang dalam pembelajaran. Meskipun, perbandingan yang dilakukan baru sebatas menyelipkan hal-hal yang berkaitan dengan lintas budaya. Proses membandingkan budaya tersebut, dilakukan pada langkah mengasosiasi dalam pembelajaran berpendekatan saintifik. Dari lima langkah pendekatan saintifik yang ada (mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan), langkah menanya dan megasosiasi jarang dilaksanakan. Adapun kendala yang dihadapi adalah kurangnya buku penunjang bahasa Jepang yang berkaitan dengan mengasosiasi lintas budayaKata Kunci : perbandingan lintas budaya, bahasa Jepang, pendekatan saintifik 本論ã¯ã€(1) シンガラジャ第4公立高ç‰å¦æ ¡æ—¥ã§è¡Œã‚れる本語授æ¥ã«ãŠã„ã¦ç´¹ä»‹ã•れã¦ã„る日本文化ã¨ã‚¤ãƒ³ãƒ‰ãƒã‚·ã‚¢æ–‡åŒ–ã€(2) å½“æ ¡æ—¥æœ¬èªžæŽˆæ¥ã§è¡Œã‚れる日イ両文化を比較ã—ãªãŒã‚‰ã€å…±é€šç‚¹ã‚’探ã—出ã™éŽç¨‹ã«ã¤ã„ã¦è«–ã˜ãŸã‚‚ã®ã§ã‚ã‚‹ã€(3) å½“æ ¡æ—¥æœ¬èªžæŽˆæ¥ã«ãŠã„ã¦ç›´é¢ã™ã‚‹å•題点ã«ã¤ã„ã¦æ˜Žã‚‰ã‹ã«ã™ã‚‹ã€‚ç ”ç©¶ã®å¯¾è±¡ã¯ã€ã‚·ãƒ³ã‚¬ãƒ©ã‚¸ãƒ£ç¬¬ï¼”公立高ç‰å¦æ ¡æ—¥æœ¬èªžæ‹…当教師ã§ã‚る。データã¯ã€è¦³å¯Ÿã€ã‚¤ãƒ³ã‚¿ãƒ“ューã€è¨˜éŒ²å†™çœŸã«ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã—ãŸã€‚çµæžœã¯ã€å½“æ ¡ã®æ—¥æœ¬èªžæŽˆæ¥ã¯ã€èªžå½™åŠ›ã‚„æ–‡æ³•åŠ›ã‚’å¦ç¿’ã™ã‚‹ã ã‘ã§ã¯ãªãã€æ—¥ã‚¤ä¸¡æ–‡åŒ–ã®ç¤¾ä¼šä¸€èˆ¬ç”Ÿæ´»ã«è¦‹ãˆã‚‹ã€ä¼šè©±ã€ã‚¨ãƒã‚±ãƒƒãƒˆã€è¡£æœãªã©ã‚’紹介ã™ã‚‹ãŸã‚ã«é©å¿œã—ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。日本語担当教師ã¯ã€æ—¥ã‚¤ä¸¡æ–‡åŒ–を比較ã™ã‚‹ã“ã¨ã‚‚指導ã—ã¦ã„ã‚‹ã“ã¨ãŒæ˜Žã‚‰ã‹ã«ãªã£ãŸã€‚ä¸€æ–¹ã€æ–‡åŒ–ã®æ¯”較ã«ãŠã„ã¦ã¯ç•°ãªã‚‹äº‹é …ã ã‘ã‚’å–り上ã’ã‚‹ã®ã¿ã§ã‚る。日イ両文化を比較ã™ã‚‹éŽç¨‹ã«ãŠã„ã¦ã¯ã€ç§‘å¦çš„æ–¹æ³•è«–ã«åŸºã¥ã段階的ã«å…±é€šç‚¹ã‚’探ã—出ã™ã“ã¨ãŒè¡Œã‚れã¦ã„る。科å¦çš„æ–¹æ³•è«–ã¯ã€è¦³å¯Ÿã€è³ªç–‘ã€è©¦è¡Œã€é–¢é€£ã€ä¼é”ã®5ã¤ã®æ®µéšŽã«åˆ†ã‘られるãŒã€è³ªç–‘åŠã³é–¢é€£ã«ã¤ã„ã¦ã¯ã»ã¨ã‚“ã©è¡Œã‚れã¦ã„ãªã„。ã¾ãŸã€å•題点ã¨ã—ã¦æ–‡åŒ–を比較ã™ã‚‹ãŸã‚ã®é–¢é€£æ—¥æœ¬èªžæ•™æã®ä¸è¶³ãŒæŒ™ã’られる。keyword : æ¯”è¼ƒæ–‡åŒ–ã€æ—¥æœ¬èªžã€ç§‘å¦çš„æ–¹æ³•è«–
INTERFERENSI DALAM PEMAKAIAN BAHASA JEPANG PEDAGANG SOUVENIR DI PASAR UBUD
Wulandari, Ni Kadek Ayu;
Antartika, I Kadek;
Sadyana, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpbj.v3i2.12134
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis interferensi yang digunakan oleh para pedagang di kawasan Pasar Ubud serta faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi bahasa Jepang tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa interaksi tuturan bahasa Jepang para pedagang terhadap wisatawan Jepang ketika melakukan interaksi jual-beli aneka souvenir. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik lanjutannya yaitu teknik rekam dan catat. Teori yang digunakan yaitu teori interferensi bahasa menurut Jendra (2007). Hasil dari penelitian ini menunjukan tiga jenis interferensi bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang yang digunakan oleh pedagang di pasar Ubud, diantaranya interferensi fonologi, interferensi morfologi dan interferensi leksikal. Interferensi pada tataran fonologi terjadi pada perubahan bunyi chouon, youon, sokuon, konsonan nasal, dan penambahan konsonan. Kemudian, interferensi pada tataran morfologi terjadi pada pengulangan (reduplikasi) kata, perubahan bentuk dan pembalikan susunan kalimat. Interferensi pada tataran leksikal terjadi pada peminjaman bahasa Inggris dan bahasa Indonesia ketika mempromosikan barang dagangan, melakukan transaksi dan mengakhiri transaksi. Kemudian, faktor-faktor yang dianggap sebagai pemicu terjadinya interferensi bahasa Jepang para pedagang di Pasar Ubud adalah kedwibahasaan pedagang, terbawanya kebiasaan bahasa Ibu, tingkat pendidikan dan usia. Kata Kunci : Interferensi Bahasa, Kedwibahasaan, Bahasa Jepang æœ¬ç ”ç©¶ã¯ã€ã‚¦ãƒ–ãƒ‰å¸‚å ´ã®åœŸç”£åº—ã®åº—å“¡ãŒä½¿ç”¨ã™ã‚‹æ—¥æœ¬èªžã®èª¤ç”¨åŠã³ãã®èª¤ç”¨ãŒèµ·ã“ã‚‹è¦å› ã‚’è«–ã˜ãŸã‚‚ã®ã§ã‚る。ã“れã¯ã€æ—¥æœ¬äººè¦³å…‰å®¢ã«å¯¾ã—民芸信を売買ã™ã‚‹éš›ã«åº—å“¡ãŒä½¿ç”¨ã™ã‚‹æ—¥æœ¬èªžã®å®šæ€§çš„è¨˜è¿°ç ”ç©¶ã§ã‚る。データã¯ã€è¦³å¯Ÿã€æ’®å½±ã€è¨˜è¿°ã«ã‚ˆã‚ŠåŽé›†ã—ãŸã€‚分æžã¯ã€ã‚¤ãƒ»ãƒ¯ãƒ¤ãƒ³ãƒ»ã‚¸ã‚§ãƒ³ãƒ‰ãƒ©ï¼ˆï¼’ï¼ï¼ï¼—)ã®è¨€èªžã®èª¤ç”¨ç†è«–ã‚’å‚考ã«ã—ãŸã€‚çµæžœã€ã‚¦ãƒ–ãƒ‰å¸‚å ´ã®åœŸç”£åº—ã«ãŠã„ã¦åº—å“¡ãŒä½¿ç”¨ã™ã‚‹æ—¥æœ¬èªžã«ã¯ã€ç™ºéŸ³ã€å½¢æ…‹ã€èªžå½™ã®ä¸‰ç¨®ã«å•é¡Œç‚¹ãŒæ˜Žã‚‰ã‹ã«ãªã£ãŸã€‚発音ã«ç½®ã‘ã‚‹å•題点ã¯ã€é•·éŸ³ã€æ‹—音ã€ä¿ƒéŸ³ã€é¼»å音ã€å音ã€å½¢æ…‹ã«ãŠã‘ã‚‹å•題点ã¨ã—ã¦ã€å˜èªžã®ç¹°ã‚Šè¿”ã—ã€æ´»ç”¨å¤‰åŒ–ã®èª¤ã‚Šã€å˜èªžã®é…列ã®èª¤ã‚Šã€èªžå½™ã«ãŠã‘ã‚‹å•題点ã¨ã—ã¦ã€ç‰©å“を売るã¾ãŸã¯æ”¯æ‰•ã„ã®éš›ã«ã‚¤ãƒ³ãƒ‰ãƒã‚·ã‚¢èªžã€è‹±èªžãŒæ··åœ¨ã™ã‚‹ã“ã¨ãŒæŒ™ã’られる。誤用ã®èµ·ã“ã‚‹è¦å› ã¨ã—ã¦ã€æ—¥æœ¬è¨€èªžå¦ç¿’経験ã€å¹´é½¢ã€æ¯å›½èªžã«ç¾åœ°èªžãŒå«ã¾ã‚Œã‚‹å¤šè¨€èªžç”Ÿæ´»ãŒæŒ™ã’られる。keyword : 日本語ã®èª¤ç”¨åˆ†æž, å¤šè¨€èªžã€æ—¥æœ¬èªž