Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami konsep perkalian dan pembagian, faktor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan tersebut, serta strategi pembelajaran yang diterapkan guru untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar di Kota Bekasi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumentasi berupa catatan pembelajaran serta hasil kerja siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya bersifat prosedural, tetapi terutama berakar pada lemahnya pemahaman konseptual perkalian sebagai penjumlahan berulang dan pembagian sebagai proses pengelompokan. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal, seperti perbedaan kemampuan dan rendahnya minat belajar, serta faktor eksternal berupa kondisi kelas dan keterbatasan dukungan belajar di rumah. Guru merespons kondisi tersebut melalui penggunaan media konkret, permainan edukatif, media digital sederhana, serta bimbingan tambahan, meskipun implementasinya masih terkendala oleh keterbatasan waktu dan heterogenitas kemampuan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa penanganan kesulitan belajar perkalian dan pembagian memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan terintegrasi dengan dukungan lingkungan belajar.
Copyrights © 2025