Penggunaan parfum di kalangan remaja semakin meningkat, namun belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai keamanan bahan dan potensi risiko kesehatan. Banyak siswa memilih parfum berdasarkan aroma dan harga tanpa memperhatikan komposisi bahan serta aspek keamanan produk, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kulit dan saluran pernapasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA mengenai penggunaan parfum yang aman serta melatih keterampilan pembuatan parfum sederhana dengan bahan yang lebih aman. Metode kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi edukasi, praktik pembuatan parfum, dan post-test sebagai evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 39 siswa SMA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 60,26 pada pre-test menjadi 75,13 pada post-test. Uji statistik menggunakan software analisis menunjukkan data homogen (p = 0,071) dan tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga dilakukan uji Wilcoxon yang menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,05). Kegiatan edukasi dan praktik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa mengenai keamanan penggunaan parfum. Oleh karena itu, peningkatan literasi bahan kimia kosmetik pada remaja menjadi hal yang mendesak sebagai upaya preventif untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat penggunaan produk kosmetik yang tidak aman sejak usia sekolah.
Copyrights © 2026