Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Benang Lusi Lengket di Mesin Sizing Karl Mayer pada Departemen Weaving V Amar, Amar; Prasetyo, Danu; Wulandari, Erna
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kain tenun terdapat flow process sebagai berikut; mulai dari order konsumen, penyediaan bahan baku, bahan baku masuk ke mesin warping, lalu diproses di sizing, setelah itu masuk proses reaching atau tying, lalu memasuki proses pertenunan, setelah menjadi kain, dibawa ke inspecting, folding, grading lalu packing, dan di kirim ke konsumen. Pada saat melaksanakan proses produksi, untuk mendapatkan kualitas yang baik diperlukan suatu perencanaan produksi, pengendalian produksi dan pemeliharaan mesin, serta pengendalian mutu pada raw material, proses produksi dan produk jadi. Dalam produksi kain tenun banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, salah satunya adalah permasalahan benang lusi lengket. Beberapa faktor penyebab benang lusi lengket diantaranya, faktor material; hasil hanian ada putus tidak disambung, faktor method; size pick up melebihi standar, faktor mesin; squeezing roll aus atau miring, panas temperatur cylinder kurang, sizebox kotor, faktor manusia; kurang kontrol, faktor lingkungan; mesin kotor.
Development of Co-Chemotherapeutic Agents and Analysis of the Active Substance Content of Red Ginger (Zingiber officinale Var Rubrum rhizoma) in Metastatic Breast Cancer Cells Muna, Laili Nailul; Hasni, Enny Riyan; Uyun, Farhatul; Wulandari, Erna
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1451-1458

Abstract

Metastatic breast cancer also known as stage IV breast cancer. Current chemotherapy agents have several limitations, such as resistance events, side effects, and inadequate efficacy in advanced cancer. It is necessary to develop a more effective chemotherapy model, namely the development of co-chemotherapy agents derived from natural ingredients that have activity in counteracting oxidative stress and preventing metastatic breast cancer, namely red ginger. GC-MS analysis of red ginger oleoresin showed the composition of chemical compounds influenced by variants of soxletation time of 60, 120, and 180 minutes. GC-MS analysis showed that this essential oil consists of volatile compounds, mainly from the sesquiterpene group and namely zingiberene, betha-sesquiphellandrene, betha-bisabolene and ar-curcumene. The results of the cytotoxic test analysis of red ginger extract with socletation time for 60, 120 and 180 minutes respectively obtained IC50 data as follows with 45.16 µg/ml, 37.23 µg/ml and 20.2 µg/ml. The compounds contained in red ginger, such as zingiberene, gingerol, shogaol, flavonoids, phenolics, alkaloids, saponins, and tannins, play an important role in its cytotoxic effect against cancer cells. The mechanism by which alpha-Zingiberene induces cell death in cancer cells is mainly through the apoptotic process. The compound causes the release of mitochondrial cytochrome c into the cytoplasm, which then activates caspase-3, an apoptotic enzyme.
Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Notario, Dion; Wulandari, Erna; Rachmawati, Putriana; Nathalie, Evadia; Siddharta, Adelia; Jowi, Angeline; Ling, Lim Siu; Dharmalau, Richanda Surya; Sandoval, Asiya Maryam; Matondang, Rovita Nia; Sadia, Theresia Shekinah; Tanjaya, Ziva Euginia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Literasi Keamanan Kosmetik dan Pelatihan Pembuatan Tabir Surya Minyak Calendula untuk Siswa SMAN 2 Jakarta Notario, Dion; Wulandari, Erna; Rachmawati, Putriana; Nathalie, Evadia; Siddharta, Adelia; Jowi, Angeline; Ling, Lim Siu; Dharmalau, Richanda Surya; Sandoval, Asiya Maryam; Matondang, Rovita Nia; Sadia, Theresia Shekinah; Tanjaya, Ziva Euginia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Mitramas, Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v4i1.7002

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan kosmetik, namun tingkat pengetahuan tentang keamanan produk masih beragam. Kondisi ini membuat mereka rentan menggunakan kosmetik ilegal atau yang dipasarkan dengan klaim berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan guna meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja. Upaya peningkatan literasi dilakukan melalui diskusi interaktif dan praktik pembuatan tabir surya untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan in belangsung di SMAN 2 Jakarta, melibatkan 50 siswa, dan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan awal, persiapan teknis, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre- dan post-test, kuesioner persepsi dengan skala Likert, serta analisis komentar terbuka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata pengetahuan siswa (pre-test 70,19; post-test 95,66; p-value<0,001). Sebagian besar soal menunjukkan peningkatan proporsi jawaban benar yang signifikan (p-value<0,05). Tingginya antusiasme siswa tercermin dari tingkat pengisian umpan balik yang mencapai lebih dari 70%, skor persepsi positif di atas 80%, serta dominasi komentar apresiatif. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas PkM yang diberikan melalui kombinasi edukasi teori dan praktik secara efektif dapat meningkatkan literasi keamanan kosmetik. Untuk program pengabdian berikutnya, disarankan melibatkan lebih banyak peserta dan menambahkan media edukatif seperti buku saku
Edukasi dan Praktik Parfum Aman sebagai Strategi Preventif Risiko Iritasi Kulit pada Remaja Wulandari, Erna; Christian , Yulius Evan; Susanto, Sharon; Setiawan, Patrycia; Tanoto, Madeline Keke
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.788

Abstract

Penggunaan parfum di kalangan remaja semakin meningkat, namun belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai keamanan bahan dan potensi risiko kesehatan. Banyak siswa memilih parfum berdasarkan aroma dan harga tanpa memperhatikan komposisi bahan serta aspek keamanan produk, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kulit dan saluran pernapasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA mengenai penggunaan parfum yang aman serta melatih keterampilan pembuatan parfum sederhana dengan bahan yang lebih aman. Metode kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi edukasi, praktik pembuatan parfum, dan post-test sebagai evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 39 siswa SMA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 60,26 pada pre-test menjadi 75,13 pada post-test. Uji statistik menggunakan software analisis menunjukkan data homogen (p = 0,071) dan tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga dilakukan uji Wilcoxon yang menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,05). Kegiatan edukasi dan praktik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa mengenai keamanan penggunaan parfum. Oleh karena itu, peningkatan literasi bahan kimia kosmetik pada remaja menjadi hal yang mendesak sebagai upaya preventif untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat penggunaan produk kosmetik yang tidak aman sejak usia sekolah.
Pengenalan Ilmu Kosmetik : Bahaya Produk Kosmetik Palsu dan Workshop Pembuatan Parfum Christian, Yulius Evan; Wulandari, Erna; Setiawan, Patrycia; Carissa, Regina; Tanoko, Madeline Keke; Susanto, Sharon
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): (inpress)
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7071

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, meningkat akibat pengaruh tren dan media sosial. Sebagian siswa belum memahami bahwa kosmetik dapat memengaruhi kesehatan dan harus digunakan dengan tepat. Peredaran kosmetik ilegal dan tidak terdaftar di BPOM meningkatkan risiko kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan pengalaman membuat parfum. Kegiatan dilaksanakan di SMAK 6 Penabur Pluit pada 30 Juli 2025. Peserta berjumlah 13 siswa dengan rentang usia 15–16 tahun. Metode pelaksanaan diawali dengan penyusunan materi, pembuatan soal asesmen, dan persiapan alat serta bahan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mengintegrasikan diskusi interaktif dan juga praktik langsung. Secara umum, kegiatan terlaksana sesuai rencana tanpa kendala berarti. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui pengetahuan awal siswa SMA. Nilai rata-rata pretest yang didapatkan sebesar 66,92 yang termasuk dalam kategori sedang. Terjadi peningkatan nilai rata-rata posttest menjadi 92,3. Kategori pengetahuan sangat baik meningkat dari 7,7% menjadi 46,2%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan keterampilan membuat parfum