Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Benang Lusi Lengket di Mesin Sizing Karl Mayer pada Departemen Weaving V Amar, Amar; Prasetyo, Danu; Wulandari, Erna
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kain tenun terdapat flow process sebagai berikut; mulai dari order konsumen, penyediaan bahan baku, bahan baku masuk ke mesin warping, lalu diproses di sizing, setelah itu masuk proses reaching atau tying, lalu memasuki proses pertenunan, setelah menjadi kain, dibawa ke inspecting, folding, grading lalu packing, dan di kirim ke konsumen. Pada saat melaksanakan proses produksi, untuk mendapatkan kualitas yang baik diperlukan suatu perencanaan produksi, pengendalian produksi dan pemeliharaan mesin, serta pengendalian mutu pada raw material, proses produksi dan produk jadi. Dalam produksi kain tenun banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, salah satunya adalah permasalahan benang lusi lengket. Beberapa faktor penyebab benang lusi lengket diantaranya, faktor material; hasil hanian ada putus tidak disambung, faktor method; size pick up melebihi standar, faktor mesin; squeezing roll aus atau miring, panas temperatur cylinder kurang, sizebox kotor, faktor manusia; kurang kontrol, faktor lingkungan; mesin kotor.
Edukasi dan Praktik Parfum Aman sebagai Strategi Preventif Risiko Iritasi Kulit pada Remaja Wulandari, Erna; Christian , Yulius Evan; Susanto, Sharon; Setiawan, Patrycia; Tanoto, Madeline Keke
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.788

Abstract

Penggunaan parfum di kalangan remaja semakin meningkat, namun belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai keamanan bahan dan potensi risiko kesehatan. Banyak siswa memilih parfum berdasarkan aroma dan harga tanpa memperhatikan komposisi bahan serta aspek keamanan produk, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kulit dan saluran pernapasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA mengenai penggunaan parfum yang aman serta melatih keterampilan pembuatan parfum sederhana dengan bahan yang lebih aman. Metode kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi edukasi, praktik pembuatan parfum, dan post-test sebagai evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 39 siswa SMA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 60,26 pada pre-test menjadi 75,13 pada post-test. Uji statistik menggunakan software analisis menunjukkan data homogen (p = 0,071) dan tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga dilakukan uji Wilcoxon yang menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,05). Kegiatan edukasi dan praktik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa mengenai keamanan penggunaan parfum. Oleh karena itu, peningkatan literasi bahan kimia kosmetik pada remaja menjadi hal yang mendesak sebagai upaya preventif untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat penggunaan produk kosmetik yang tidak aman sejak usia sekolah.