Kemampuan oral (literasi ekspresif) merupakan kemampuan fundamental dalam perkembangan anak usia dini yang mencakup keterampilan berbicara, bercerita, dan mengekspresikan diri. Namun, banyak lembaga PAUD menghadapi tantangan dalam mengembangkan oral anak karena keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan oral anak kelompok B melalui pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto di TK Al Ikhlas Lunto”. Penelitian ini menggunakan “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara”. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan kemampuan oral anak dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal, persentase ketercapaian oral anak hanya 41,67%”. Setelah siklus I, meningkat menjadi 66,67%, dan pada siklus II mencapai 91,67%. Anak menunjukkan peningkatan dalam keberanian berbicara, kemampuan menceritakan kembali cerita, mengekspresikan pendapat, serta antusiasme dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto terbukti efektif meningkatkan kemampuan oral anak usia dini. Cerita lokal yang kontekstual dan sarat nilai moral memberikan media pembelajaran yang menarik, bermakna, dan relevan dengan kehidupan anak. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan kemampuan literasi ekspresif sekaligus melestarikan budaya lokal.
Copyrights © 2026