Penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pendidikan menuntut kesiapan guru, khususnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang mendorong pemahaman konseptual, refleksi, dan keterkaitan pengetahuan dengan konteks nyata. Namun, belum semua guru memiliki kapasitas yang memadai untuk mengimplementasikan pendekatan ini secara efektif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru matematika dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan sembilan guru matematika sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sepuluh indikator kesiapan guru dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kesiapan guru matematika dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam berada pada kategori “sering”, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 77,7%. Aspek kesiapan yang memperoleh nilai tertinggi adalah pada pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, yaitu sebesar 89%, sedangkan partisipasi guru dalam pelatihan terkait pembelajaran mendalam menunjukkan angka terendah, yakni 56%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas guru telah memiliki tingkat kesiapan yang relatif baik dalam sejumlah indikator, masih terdapat kebutuhan mendesak untuk memperkuat aspek pelatihan dan pengembangan profesional. Upaya tersebut diperlukan guna mendukung penerapan pembelajaran mendalam secara lebih konsisten dan efektif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam perumusan kebijakan dan pengembangan program pelatihan yang bersifat kontekstual, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan guru di lapangan.
Copyrights © 2026