Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modelpembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) terhadaphasil belajar siswa kelas III SDN Banyuajuh 2. Latar belakangpenelitian menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswadisebabkan oleh proses pembelajaran yang masih bersifatkonvensional (ceramah) sehingga siswa cenderung pasif dan bosan.Data awal menunjukkan hanya 20% siswa yang mencapai KKM.Model VAK dipilih karena mampu mengakomodasi keragamangaya belajar siswa melalui stimulasi visual, auditori, dan kinestetiksecara terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan desain True Experimental Design jenis Pretest-PosttestControl Group Design. Subjek penelitian terdiri dari 39 siswa yangterbagi menjadi kelas eksperimen (III-A) dan kelas kontrol (III-B).Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar kognitif, lembarobservasi aktivitas siswa, dan wawancara. Data dianalisis melaluiuji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene’s Test), danuji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test. Hasilpenelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen(85,40) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol(58,58). Hasil uji-t menunjukkan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05dan $t_{hitung}$ 8,053 > $t_{tabel}$ 2,026. Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VAK berpengaruhsignifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDNBanyuajuh 2.
Copyrights © 2026