Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025

Analisis Kritis Kebijakan Kurikulum Darurat Bencana: Sebuah Studi Literatur Tentang Integrasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Teknologi di Wilayah Rawan Bencana

Rahmadon, Rahmadon (Unknown)
Oktarina, Mikyal (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2026

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika mendasar dalam kebijakan kurikulum darurat bencana yang selama ini cenderung mengabaikan pembelajaran bahasa Arab sebagai prioritas utama dalam proses penyederhanaan kompetensi dasar, padahal Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia membutuhkan keberlanjutan pembelajaran bahasa tersebut baik untuk komunikasi dengan lembaga bantuan internasional, akses informasi kebencanaan global, maupun menjaga keberlanjutan pendidikan keagamaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan pendekatan kualitatif, di mana sumber data berasal dari buku-buku, artikel jurnal ilmiah internasional dan nasional, serta laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama, pertama pemetaan kebijakan kurikulum darurat bencana di Jepang, Selandia Baru, Filipina, dan Indonesia menunjukkan keragaman pendekatan namun secara konsisten meminggirkan bahasa Arab; kedua model integrasi teknologi yang paling efektif adalah blended learning yang mengkombinasikan teknologi sederhana seperti radio dan modul cetak dengan pendampingan komunitas; ketiga prinsip pedagogis utama adalah pendekatan trauma-informed yang menciptakan lingkungan belajar aman dan fleksibel secara psikologis; keempat kerangka konseptual integratif yang terdiri atas landasan filosofis pedagogi kemanusiaan, struktur kurikulum tiga domain kompetensi, infrastruktur teknologi offline-first, dan dukungan psikososial terintegrasi dalam tiga fase bencana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi dalam kurikulum darurat bencana bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga mendesak untuk diwujudkan melalui kerangka konseptual yang komprehensif. Implementasi hasil penelitian dapat dilakukan melalui penyusunan kebijakan kurikulum darurat yang inklusif, pengembangan konten digital bahasa Arab kebencanaan, pelatihan guru tentang pedagogi darurat, dan pembangunan jejaring dukungan psikososial di wilayah rawan bencana. This research is motivated by fundamental problems in disaster emergency curriculum policies, which have tended to neglect Arabic language learning as a top priority in the process of simplifying basic competencies. Indonesia, as the country with the largest Muslim population in the world, needs continued learning of this language for communication with international aid agencies, accessing global disaster information, and maintaining the continuity of religious education. This study employed library research with a qualitative approach, with data sources drawn from books, international and national scientific journal articles, and research reports. The results reveal four main findings: first, mapping disaster emergency curriculum policies in Japan, New Zealand, the Philippines, and Indonesia demonstrates a diversity of approaches but consistently marginalizes Arabic; second, the most effective technology integration model is blended learning, which combines simple technologies such as radio and printed modules with community support; third, the main pedagogical principle is a trauma-informed approach that creates a psychologically safe and flexible learning environment; and fourth, an integrative conceptual framework consisting of a philosophical foundation of humanitarian pedagogy, a three-domain curriculum structure of competencies, an offline-first technology infrastructure, and integrated psychosocial support across three phases of a disaster. The conclusions of this study confirm that integrating technology-based Arabic language learning into the disaster emergency curriculum is not only possible but also urgently needed through a comprehensive conceptual framework. Implementation of the research findings can be achieved through the development of inclusive emergency curriculum policies, the development of digital Arabic disaster content, teacher training on emergency pedagogy, and the development of psychosocial support networks in disaster-prone areas.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jkip

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Other

Description

Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan is a journal that contains articles on research results in the field of teacher training and education. Articles published in Tut Wuri Handayani have gone through a peer-review process, to maintain the best quality of articles in scientific ...