Penguatan literasi empati menjadi kebutuhan penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tengah meningkatnya intensitas interaksi sosial dan digital. Minimnya isyarat emosional dalam komunikasi daring berpotensi menurunkan sensitivitas sosial siswa dan meningkatkan risiko perilaku komunikasi yang kurang empatik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi empati siswa SMP Negeri 6 Kota Semarang dalam konteks interaksi sosial dan digital melalui pendekatan edukatif yang partisipatif dan reflektif. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan awal (pre-test literasi empati), penguatan konseptual empati, diskusi kelompok berbasis pengalaman siswa, analisis studi kasus interaksi digital, simulasi perilaku empatik, refleksi terarah, serta evaluasi akhir (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi empati siswa pada aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan memahami perasaan dan sudut pandang orang lain, kepekaan emosional terhadap teman sebaya, serta kecenderungan berperilaku empatik dalam interaksi sosial dan digital. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi empati melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis sekolah merupakan pendekatan preventif yang efektif dalam mendukung pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan sosial-emosional siswa di era digital.
Copyrights © 2026